Catur Dharma, Teladan Bisnis Astra yang Pancasilais


Menapaki pengalaman sejarah perjuangan bangsa, era 50-an kerap disebut beberapa kalangan, khsusnya sejarawan sebagai “Dekade yang Hilang”.  Beberapa tahun usai memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, masa-masa penuh kebimbangan tergambar dalam episode sejarah paling membingungkan kala itu. Realitas kehidupan berbangsa seolah dipenuhi ‘pertanyaan besar’ yang menyoal bagaimana bangsa ini dilahirkan, dengan cara apa nantinya akan dibesarkan, dan siapa saja yang akan turut serta menyokong perjuangan-perjuangan berikutnya.

Dalam sejarah penuh kegamangan kala itu, tepatnya di tahun 1957, lahirlah Astra International Incorporated.  Melalui tangan dingin seorang William Soerjadjaja, anak pedagang kelahiran Majalengka yang sudah yatim piatu sejak 12 tahun ini, lahirlah perusahaan yang pada mulanya hanya bergerak dalam industri minuman ringan bermerk Prem Club. Siapa sangka, bocah yang lahir di era kolonialis ini bakal menjadi figur berkembangnya PT Astra International Tbk, sebuah perusahaan besar yang bukan semata meraup keuntungan segi finansial, namun telah mewarnai sejarah dan menginspirasi kehidupan bangsa hingga sekarang ini. 


Filosofi berdirinya PT Astra International Tbk
Di awal berdirinya, PT Astra International Tbk tumbuh dan beradaptasi dalam situasi nasional yang serba tidak menentu. Kondisi kerapuhan multi dimensi, baik sosial, ekonomi dan berbagai insiden keamanan yang mewarnai perjalanan bangsa saat itu, membuat Astra tumbuh dalam retorika nasional yang cukup pelik. Berbekal sejarah kelam seorang William Soerjadjaja, nama Astra seperti melaju perlahan namun kian pasti. 

Indonesia Era 50-an (Sumber : https://history1978.files.wordpress.com/2014/02/6f8cf-sukarno_a4441.jpg)


Diawali dari bisnis minuman ringan, William Soerjadjaja kemudian melirik sektor lain. Mulai dari mengekspor hasil bumi hingga berkembang ke bidang alat berat. Dua tahun setelah orde lama, atau pada kisaran tahun 1968, perusahaan yang dirintisnya seperti ‘menuai berkah’. Di bawah pimpinan Presiden Soeharto, PT Astra mendapatkan kepercayaan untuk memfasilitasi pemerintah yang tengah merancang babak awal pembangunan dalam menyediakan unit-unit kendaraan truk bermerek Chevrolet. 

Jerih payah William Soerjadjaja menjadi semakin berarti ketika di tahun 1969, Astra mendapatkan kepercayaan menjadi distributor kendaraan Toyota kali pertama di Indonesia. Periode ini menjadi tonggak utama bagi Astra untuk terus berkembang seiring dengan progresifitas bangsa yang kian bersinergi. Astra yang kala itu berdominan di wilayah otomotif, seolah menunjukkan geliat ‘mutualisme’ dengan pemerintah Soeharto yang tengah giat-giatnya mengusung tajuk bertema pembangunan.

William Soerjadjaja (1923-2010)
(Sumber : https://4.bp.blogspot.com/-99rw__IGReM/VEf7qAYnXkI/AAAAAAAAAkU/qvh2pfsJDSc/s1600/william%2Bsoeryadjaya.jpg)


Di era 70-an, atau berkisar antara tahun 1970-1977, perestasi besar pun tercatat dalam sejarah perkembangan Astra. Beberapa diantaranya adalah mendapatkan kepercayaan menjadi distributor tunggal seperda motor Honda dan alat perkantoran Xerox, menjadi distributor tunggal Daihatsu, mendirikan PT United Tractors, mendirikan PT Multi Agro Corporation, mendirikan Yayasan Toyota dan Astra, hingga secara mandiri mampu mendirikan PT Daihatsu Indonesia. Sebuah prestasi yang amat membanggakan.

Astra Mobil
(Sumber : astra.co.id)


Mungkin sudah tak terhitung berapa banyak usaha yang dirintis Astra hingga berbuah pengembangan-pengembangan bernilai fantastik sampai dengan sekarang ini. Seperti merestrukturisasi bisnis otomotif dunia sekelas BMW, hingga mengambilalih 31,5% kepemilikan di PT Bank Permata Tbk. Namun lebih dari itu, hal terpenting bagi Astra, seperti yang telah dikemukakan di awal, bahwa selama kurun waktu yang dilalui, Astra berkomitmen untuk tidak melulu meraup keuntungan segi finansial semata. 

Iklan Honda Era 70-an
(Sumber : http://nusaadv.com/imgupl/_Honda%20C70%20(2).jpg)

Ada hal lain yang terselip dalam setiap tumbuh dan berkembangnya PT Astra International Tbk. Ada sebuah sebuah ‘titik nadi’ yang sebenarnya secara nyata telah menghantarkan Astra hingga menumbuhkan kecintaan yang mendalam di hati masyarakat. Semua itu tidak muncul dengan tidak tiba-tiba, namun begitu alamiah. Utamanya, tentu ridho Tuhan Yang Maha Kuasa. Selainnya, hal yang demikian telah dibarengi komitmen Astra dalam mengembangkan bisnis yang berbasis kepedulian dan kecintaan. Maka tidak heran, jika pertumbuhan yang menguat dari tahun ke tahun dibarengi pula oleh kecintaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap Astra.


Inspirasi Astra bagi masyarakat bawah
Satu kata untuk Astra, inspiratif! Dalam beberapa definisi, sifat “inspiratif”, dapat diartikan sebagai kondisi paling istimewa yang melahirkan hal-hal bernilai positif. Nilai positif yang didapat berawal dari sebuah penerangan dan ketenangan jiwa seseorang. Hal inspiratif mendorong seseorang untuk memusatkan seluruh sumber daya yang dimiliki pada apa yang akan upayakan. Pemusatan perhatian yang begitu hebat terhadap apa yang dilakukan, menjadikan dirinya begitu produktif. Inspirasi adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Inspirasi 60 Tahun Astra
(Sumber : astra.co.id)

Istilah “inspiratif” menjadi amat tepat jika diidentikkan dengan komitmen dan perjuangan Astra dalam melayani masyarakat hingga memasuki usia yang ke-60 sekarang ini. Bagi masyarakat bawah, sejujurnya telah mengenal Astra sejak ditunjuk sebagai distributor tunggal sepeda motor Honda di Indonesia pada tahun 1970. Munculnya Astra bersama Honda telah memunculkan harapan baru bagi negeri yang sebelumnya miskin akan inovasi, khususnya bidang otomotif. Mulai periode ini, masyarakat dikenalkan dengan produk otomotif bergenre kerakyatan yang dikelola oleh bangsa sendiri sekaligus dapat dinikmati oleh kelas bawah.

Kehadiran Honda yang dikelola Astra merupakan kondisi istimewa yang melahirkan hal-hal bernilai positif. Kesempatan masyarakat untuk mendapatkan produk otomotif guna mendukung aktvitas sehari-hari, terjawab dengan hadirnya Honda di tangan Astra. Masyarakat tentu akan memiliki kesempatan yang lebih luas dalam mengepakkan sayap kehidupannya. Di lini ini, munculnya Honda merupakan gairah baru guna mendukung mobilitas warga yang semakin mudah. Di level atas, kehadiran Honda adalah harapan baru bagi berkembangnya bidang otomotif yang juga akan mendukung sektor ekonomi. Prinsipnya, hadirnya Honda merupakan awalan yang baik bagi perkembangan ekonomi bangsa ke depan.

Logo Honda Motor Era Lama
(Sumber :http://hondariau.com/wp-content/uploads/2016/02/hm.jpg)

Hal mendasar yang sesungguhnya bukanlah siapa yang memulai lebih awal maka dialah yang bakal memimpin. Kredibilitas Astra bukan semata karena Astra lebih awal lahir, sehingga akan jauh meninggalkan yang lain. Sehebat apapun, jika tidak diiringi komitmen yang tinggi dan tata kelola yang baik, maka mustahil Astra dapat melaju kian hebat sampai sekarang ini

Bermula dari sejarah kelam seorang William Soerjadjaja yang dibarengi komitmen para kreatornya, Astra bertahan dalam pelbagai situasi hingga menempuh perjalanan ke 60 tahun. Sudah tidak perlu lagi ditanyakan sedramatis apa perjuangan Astra dalam mengupayakan bisnis yang bahkan secara alamiah telah menyentuh kehidupan bangsa, dari dulu hingga menempuh usia ke 60 tahun sekarang ini.
PT Astra International Tbk
(Sumber : astra.co.id)

Jika kemudian sebagian besar masyarakat lebih mempercayai produk Astra, bukan pula karena produk selainnya bermutu jelek. Namun tidak banyak disadari bahwa kepekaan Astra dalam menjawab semua tantangan selama sekian periode, telah ditempuh dengan strategi pengelolaan yang pada akhirnya mengkondisikan produk dan layanan Astra berkesan aman dan nyaman untuk dinikmati. Nilai ekonomis sudah barang tentu menjadi alasan yang dipilih masyarakat, namun nilai kenyamanan adalah hal yang tak kalah penting.

Honda Genuine Parts
(Sumber : http://www.honda-ramayana.com/images/Articles/big1/type14a.jpg)


Mudahnya masyarakat dalam mengakses berbagai komponen pendukung, sebut saja sparepart, adalah kondisi paling logis yang menggerakkan hati masyarakat untuk terus-menerus memilih produk otomotif yang bersahabat buah karya Astra. Melalui PT Astra Otoparts Tbk (AOP) masyarakat kian dimanjakan dengan berbagai pilihan komponen pendukung yang tersebar hingga ke pelosok negeri. PT Astra Otoparts Tbk (AOP) adalah anak perusahaan Astra yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kepemilikan 80% saham oleh Perseroan dan nilai kapitalisasi pasar pada akhir tahun 2013 senilai Rp 17,6 triliun. Ini adalah produsen komponen otomotif terkemuka di Indonesia yang melayani kebutuhan suku cadang untuk mobil dan sepeda motor. 

Astra Otoparts
(Sumber : https://i.ytimg.com/vi/qksFBJs1PQo/maxresdefault.jpg)

Kembali lagi ke awal tentang hakikat inspirasi Astra yang menyentuh masyarakat bawah. Disadari atau tidak, sejujurnya Astra telah melahirkan kondisi istimewa bagi masyarakat yang pada akhirnya melahirkan hal-hal bernilai positif. Pada mulanya, masyarakat bawah mulai mengenal Astra melalui Honda sebagai sumber daya yang mendukung mobilitas masyarakat agar semakin produktif. 

Selanjutnya, peran Astra menjadi sedemikian menginspirasi tatkala penerangan dan ketenangan jiwa masyarakat telah terdorong untuk menggerakkan sumber daya yang dimiliki pada hal-hal yang penting guna melanjutkan kehidupan ke arah lebih baik. Bukan sekedar kebetulan, kondisi ini juga tidak lepas dari campur tangan Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian maka pantaslah, jika perjuangan Astra adalah perjuangan masyarakat. Keduanya saling bertautan seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman.

Keteladanan Catur Dharma
Tidak semua perusahaan memiliki tatanan yang digunakan sebagai pandangan hidup dan bernilai filosofis. Catur Dharma yang memiliki 4 butir teladan, berisi tatanan berperilaku yang meski ditanamkan oleh seluruh jajaran pengelola Astra dalam upaya menata dan mengelola bisnis. Keempat butir tersebut berbunyi :  (1) Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, (2) Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, (3) Menghargai individu dan membina kerjasama, dan (4) Senantiasa berusaha mencapai yang terbaik. Berikut adalah pengejawantahan filosofi Catur Dharma jika mengkaji  hal-hal yang sudah dilakukan Astra kepada masyarakat selama ini.


Pertama :  Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. 
Tidak mudah menyandang perusahaan dengan komitmen tinggi yang melahirkan asas kebermanfaatan bagi bangsa dan negara. Di dalamnya terkandung sebuah ‘misi besar’ dalam menjalankan bidang usaha yang mengedepankan prinsip kemajuan bangsa tanpa mengesampingkan misi bisnis. Layaknya badan usaha, hal utama yang menjadi acuan, biasanya tak jauh dari prinsip ekonomi, menggunakan sumber daya sekecil-kecilnya demi meraup keuntungan sebesar-besarnya. 

Satukan Karya, Bangun Bangsa
(Sumber : astra.co.id)

Hal yang demikian tentu berbeda dengan PT Astra International Tbk. Butir pertama Catur Dharma telah menunjukkan betapa Astra sudah membuktikannya eksistensi dirinya melalui beberapa hal yang amat bermanfaat bagi bangsa ini. Berkaca dari nilai sejarah, sudah barang tentu bahwa sejak awal, Astra telah mengiringi perjalan dan perjuangan bangsa. Dan berbicara fakta, pastinya akan banyak hal yang layak dijadikan kajian mendalam tentang jejak Astra yang sedemikan peduli terhadap nasib bangsa.

Mengkaji laporan berkelanjutan PT Astra International Tbk selama kurun waktu 2007 hingga 2015, tercatat adanya komitmen yang sungguh-sungguh dari Astra dalam mengupayakan sumbangsih melalui berbagai bidang, diantaranya lingkungan, sosial, kemasyarakatan pendidikan, kesehatan dan masih banyak lagi.


Tahun 2007 Astra menelurkan konsep cerdas bertajuk Corporate Social Responsibility (CSR). Sebuah kegiatan bernilai sosial yang dilaksanakan dengan konsep, sistem, dan tim, secara konsisten, terukur, dan terstruktur. Konsep cerdas ini mengupayakan keseimbangan antara kinerja bisnis atau ekonomi, kinerja lingkungan dan kinerja sosial. CSR pada akhirnya tidak melulu berkiprah di ranah sosial, namun secara berkelanjutan, dari tahun ke tahun konsep ini telah meluas ke bidang pendidikan, infrastruktur, ekonomi kerakyatan hingga lingkungan hidup. 

Bidang Sosial 
Pada bidang sosial, Astra berkiprah secara kontinyu dari tahun ke tahun bagi bangsa ini. Beberapa kegiatan yang dilakukan Astra pada bidang sosial dinataranya : memberikan santunan kepada anak yatim dan menyerahkan paket Sembako bagi warga dengan nilai bantuan lebih dari Rp 806 juta (2011), melaksanakan operasi katarak gratis yang bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia dengan total nilai bantuan lebih dari Rp 300 juta (2011).

Astra Peduli Sosial
(Sumber : http://csr-indonesia.com/wp-content/uploads/2016/09/Foto-3.jpg)

Di tahun 2012, Astra juga menenyerahan bantuan mobil ambulance untuk masyarakat Lagoa, Jakarta Utara, memberikan peralatan mandi dan obat-obatan kepada korban banjir di wilayah Kampung Bahari (2013), menyerahkan 21 ekor sapi dan 124 ekor kambing kepada warga Jakarta Utara sejumlah 1.553 hewan kurban (2014), mendirikan Wheelchairs and Friendship Center of Asia Indonesia (WAFCAI) yang berfokus untuk membantu anak-anak usia produktif yang memiliki keterbatasan dalam beraktivitas, khususnya tuna daksa (2015).

Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM 
Pada bidang pendidikan, program Corporate Social Responsibility (CSR) mengupayakan dukungan terhadap  pendidikan di tanah air melalui beasiswa, pembangunan gedung sekolah lengkap dengan infrastrukturnya. Hal tersebut dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan. 

Astra Peduli Pendidikan
(Sumber : https://www.astra.co.id/Public/images/csr/banner_yayasan.jpg)

Fokus perhatian Astra dimulai dari satuan pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi. Sasarannya pun bukan hanya segi infrastruktur seperti pembangunan gedung dan sarana prasarananya saja, namun sudah memasuki wilayah pengembangan SDM seperti peningkatan mutu guru, kecerdasan murid dan terbentuknya karakter bangsa melalui berbagi pelatihan-pelatihan. Salah satunya adalah kegiatan mendonasikan sepeda motor dan alat peraga mesin Honda PGM-FI kepada akademi Komunitas Negeri sebagai salah satu bentuk kepedulian perusahaan dalam meningkatkan SDM di Industri otomotif Tanah Air. 

Bidang Ekonomi Kerakyatan
Di bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Income Generating Activity), Astra Group telah melakukan terobosan berupa komposting, usaha cuci pakaian, obat tradisional, perajin peralatan pertanian, pengelolaan bisnis yang berwawasan lingkungan termasuk di dalamnya penerapan metode produksi bersih, serta program di bidang kesehatan (2007). 

Disusul tahun 2009, Astra melakukan pengembangan produksi kain majun yang dilaksanakan di Sungai Bambu dengan jumlah total peserta 47 ibu rumah tangga. Astra juga juga memberikan bantuan microfinance (pinjaman lunak) kepada 16 ibu rumah tangga penjual jajanan, seperti gado-gado, nasi dan lauk pauk serta kue yang berlokasi di RW 08, Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok. 

Dan yang tidak kalah penting, Grup Astra juga merencanakan untuk membangun infrastruktur di bidang pendidikan dan  merehabilitasi Puskesmas di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pembangunan dan rehabilitasi bangunan yang bernilai lebih dari Rp 5 Miliar  ini merupakan bentuk perhatian nyata pasca gempa bumi di Sumatera Barat.

Penyerahan Galeri WOW Astra
(Sumber : http://csr-indonesia.com/wp-content/uploads/2015/10/Foto-21.jpg)

Di tahun 2015, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) menggelar acara “Penyalaan Api Perdana Biogas” di Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Tujuannya, untuk mengupayakan pemberian apresiasi dan memotivasi bidang usaha tani yang telah dilakukan Kelompok Tani mitra YDBA. Astra juga menyerahkan Galeri Indonesia WOW (GIW) yang telah direnovasi dengan total biaya Rp 3,4 miliar kepada Lembaga Pelayanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia.

Bidang Lingkungan 
Pada sektor lingkungan hidup, Astra mengupayakan bidang ini dengan begitu serius. Sebagai pelaku industri otomotif, Astra menyadari betapa pentingnya mengelola lingkungan yang diakibatkan oleh aktifitas manusia dan industri. Sebagai contoh, di tahun 2008, Astra melalui anak perusahaannya PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), menyelenggarakan program distribusi air bersih di beberapa wilayah pemukiman penduduk pinggiran kota dengan mendirikan kios-kios penjualan air bersih. 

Astra Peduli Lingkungan
(Sumber : https://www.astra.co.id/Public/Images/ruangmedia/Foto%202%20(1).jpg)

Di tahun 2009, Astra juga melakukan beberapa kegiatan dengan melakukan uji emisi gratis oleh Astra World sebanyak 53 kali dengan objek uji 3.787 kendaraan produk Astra. Untuk menjamin keindahan dan kesejukan lingkungan, Astra tak mau ketinggalan dengan membangun Taman Astra di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara serta pemeliharaan infrastruktur taman dan selokan melalui Sunter Nusa Dua Project (SNDP) di kawasan Sunter II, Jakarta Utara. 

Lebih serius lagi, Astra melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup seperti halnya kegiatan penghijauan secara kontinyu dan berkesinambungan. Beberapa diantaranya adalah penanaman bakau (Mangrove) di kawasan Hutan Angke Kapuk, melakukan program penghijauan lingkungan dengan penanaman 1.000 pohon di beberapa wilayah, serta menyerahkan bantuan 8.000 bibit tanaman produktif berupa pohon Trembesi dalam kegiatan Go Green di Akademi Kepolisian Semarang tahun 2012. Kegiatan berterma lingkungan ini terus dikembangkan hingga melahirkan komitmen bersama pemerintah yang ditandai penandatanganan kesepakatan penanaman 550.000 pohon bersama Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. 



Kedua :  Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan

Catrur Dharma bagian kedua secara khusus mengupas tentang bagaimana komitmen Astra dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Berbekal tantangan dan kebutuhan masyarakat akan pentingnya produk otomotif yang handal dan berkualitas, Astra terus berinovasi dengan menghadirkan produk-produk yang mampu menjawab kebutuan masyarakat. Selain itu, Astra telah menempuh berbagai upaya agar pelanggan memiliki kesempatan untuk membeli produk dengan pelayanan yang memuaskan. Yang tidak kalah penting adalah adanya jaminan kekuatan produk sampai dengan kenyamanan purna jual.

Layanan Prima Astra
(Sumber : https://www.asuransiastra.com/wp-content/uploads/2015/07/CSO-Banner-1.png)

Perlu diketahui, hingga saat ini PT Astra Intenational Tbk telah memiliki beberapa lini bisnis dan tidak hanya bergerak dalam industri otomotif saja. Selainnya, terdapat juga bidang jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktrur dan logistik, teknologi informasi hingga properti. Kesemuanya dikelola oleh Astra dengan menjunjung tinggi mutu produk dan menjamin layanan konsumen yang ramah dan memuaskan. Untuk menjamin dan mempertahankan keberlanjutan bisnis Astra di berbagai lini,  PT Astra International Tbk menerapkan  Strategic 3P-Roadmap (Portfolio, People dan Public Contribution). 







Portofolio menunjukkan komitmen Astra dalam berinovasi dalam menghadirkan produk serta layanan yang unggul dalam kualitas namun tetap memiliki nilai sosial dan lingkungan. Astra menjamin keamanan produk dan perlindungan pelanggan dengan jalan berusaha melindungi pelanggan dengan produk-produk yang aman serta menjamin layanan purnajual. Dalam hal layanan, Astra berkomitmen dalam memantau keluhan pelanggan yang dapat dilakukan dengan mengirimkan keluhan pelanggan melalui media cetak maupun elektronik. 


Ketiga : Menghargai individu dan membina kerjasama
Upaya Astra dalam menghargai individu dan membina kerja sama tercermin dalam prinsip Strategic 3P-Roadmap, yakni P yang kedua dan ketiga. People roadmap terkandung  upaya Astra dalam menghadirkan tenaga kerja yang berdedikasi tinggi, memiliki komitmen, integritas dan kompetensi yang unggul. Cara yang diupayakan Astra adalah dengan merekrut talenta-talenta terbaik bangsa, menjunjung tinggi kesetaraan kesempatan dan keberagaman di tempat kerja, melaksanakan pelatihan dan pengembangan kompetensi, membina jiwa kepemimpinan dan pengembangan karier, memperhatikan kesejahteraan karyawan serta  melibatkan karyawan dan hubungan industrial. 

Karyawan Astra 
(Sumber : http://static.inilah.com/data/foto/foto/foto20160817153943-news.jpg)

Memandang hal di atas, maka jelaslah bahwa Astra telah mampu menunjukkan rambu-rambu yang sangat positif guna menjamin sumber daya manusia yang handal demi kepentingan usahanya. Karyawan tidak dipandang sebagi pekerja yang hanya berkutik pada berbagai aktivitas kerja, namun Astra telah menjadikan karyawan sebagai aset tak ternilai dengan jalan menjunjung tinggi prinsip “memanusiakan manusia”. 

Pembinaan kerja sama tercermin dalam kategori Strategic 3P-Roadmap yang ketiga yakni Public Contribution. Hal tersebut dimaknai sebagai upaya Astra dalam membina kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan. Baik itu pelaku usaha lain, pemerintah, masyarakat dan di dalam tubuh Astra sendiri melalui pembinaan prinsip kerjasama agar tercipta loyalitas yang semakin baik. Salah satu upaya Astra sebagi bentuk pertanggungjawaban yang tinggi terhadap bangsa dan negara adalah dengan digalakannya prinsip Astra Green Company. 


Pola usaha yang menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dibarengi pula dengan menjalin kerja sama bersama masyarakat luas guna mengupayakan terjaganya lingkungan hidup. Prinsip tersebut nampaknya bukan semata sebagai wacana ataupun motto, lebih dari itu, Astra telah memprioritasikan berbagai nilai yang berpihak pada bangsa dan negara dengan jalan memasukkan secara utuh ke dalam strategi dan perencanaan bisnis di seluruh anak perusahaan Astra. Sebuah tujuan mulia yang begitu menginspirasi.


Keempat : Senantiasa berusaha mencapai yang terbaik
Mengkaji pemahaman tentang segala sesuatu yang bernilai ‘baik’ atau ‘terbaik’ tentunya bermakna demikain luas. Jika boleh mendefinisi, istilah baik dapat berarti segala sesuatu yang telah mencapai kesempurnaan, menimbulkan rasa kepuasan atau kebahagiaan. Secara religius, istilah ‘baik’ dapat pula dimaknai sebagai segala sesuatu yang mendatangkan rahmat dan keberbermanfaatan bagi sesama. 

Dengan demikian, gambaran dari makna Catur Dharma yang keempat yakni senantiasa berusaha mencapai yang terbaik dapat dimaknai sebagai sebuah komitmen Astra dalam memberikan segala sesuatu yang dianggap sempurna. Cara yang ditempuh adalah dengan menghadirkan rasa kepuasan dan kebahagiaan bagi  para pemangku kepentingan. Harapannya, bisnis yang dijalani Astra senantiasa mendapatkan ridho Tuhan yang Maha Esa. Sungguh, ini adalah sebuah misi yang bernilai religius.

Jika mengkaji point ini secara mendalam, tanda-tanda komitmen Astra dalam upaya mencapai sesuatu yang terbaik sebenarnya sudah sangat jelas terlihat. Dari dalam tubuh Astra sendiri, perusahaan yang telah mengalami pahit getir hingga memasuki usia ke 60 tahun ini, telah menjadikan karyawan sebagi sumber daya yang sangat berharga. Oleh karenanya, selain penghasilan yang mendukung kesejahteraan, Astra juga memperhatikan segi keselamatan dan pengembangan-pengembangan lainnya.

Kepada pelanggan, butir ke empat Catur Dharma ini tergambar dari tekad dan kesungguhan Astra dalam menjamin kepuasan dan kenyamanan pelanggan melalui pelayanan prima dan kenyamanan purna jual produk Astra. Lebih luas lagi, sumbangsih Astra terhadap kemajuan bangsa dan negara terlihat dari kepedulian Astra dalam berbagai bidang, baik itu sosial, pendidikan, kesehatan, lingkungan, kewirausahaan, teknologi dan masih banyak lagi. 

Kesemuanya adalah bukti nyata, bahwa Astra dalam mengepakkan sayap bisnis di tanah air tidak melulu mengejar gurihnya profit dan dikait-kaitkan dengan keberadaan struktur ‘atas’ yang lazimnya haus akan keuntungan material. Memahami kinerja dan sumbangsih Astra, rasanya tidak terlalu berlebihan jika Astra adalah elemen bangsa yang telah membaur bersama masyarakat demi mencapai Indonesia yang lebih sejahtera, maju dan bersinergi. Astra bukan sekedar leadership yang bijak dan patut diteladani oleh perusahaan-perusahaan lainnya, namun telah menjadi motivator yang benar-benar mampu menginspirasi bangsa.

Catur Dharma adalah intisari Pancasila
Perjalanan Indonesia selama ini telah menggoreskan berbagai hal yang patut dijadikan perenungan bagi seluruh anak bangsa. Orde reformasi yang digadang-gadang sebagai era paling demoktaris, justru kian menimbulkan polemik di berbagai aspek kehidupan. Kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul sebagaimana diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945, bahkan nyaris kehilangan makna  tatkala berubah menjadi kebebasan yang tanpa kendali.

Pancasila
(Sumber : http://lampost.co/upload/1473784368.jpg_

Dari sisi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, media internet yang berkembang pesat telah melahirkan budaya baru lengkap dengan perilaku-perilaku yang bahkan cenderung mengarah pada sisi yang jauh dari norma. Barangkali tidak terlalu aneh jika beberapa kalangan kerap menyebut bahwa bangsa ini tengah mengalami masa kritis. Nilai luhur Pancasila seolah hanya menjadi simbol belaka, tanpa dibarengi dengan tekad dan aplikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Baik langsung atau tidak langsung, disadari atau tidak, PT Astra International Tbk, melalui Catur Dharma sebenarnya telah menghidupkan Pancasila dalam membina dan mengembangkan bisnisnya bersama masyarakat. Jika mengkaji lebih dalam, butir pertama Catur Dharma, yakni “menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara” terkait dengan sila ke 5 Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Butir kedua, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan merupakan pengejawantahan sila ke 2 Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab. Sedangkan butir ketiga, menghargai individu dan membina kerjasama termasuk dalam sila ke 3, Persatuan Indonesia. Dilanjutkan butir keempat, senantiasa berusaha mencapai yang terbaik juga mencakup semua bagian sila Pancasila, baik sila ke 1, 2, 3, 4 dan 5. 

Seandainya saja semua elemen bangsa ini, baik korporasi, lembaga, organisasi maupun perkumpulan-perkumpulan peduli bangsa lainnya menerapkan prinsip sebagaimana ditempuh PT Astra International Tbk, mungkin akan banyak perubahan yang terjadi. Kelangsungan kehidupan bangsa akan semakin baik dan bermanfaat ketika prinsip bernilai Pancasilais senantiasa dijadikan pegangan. Ke depan, apa yang dilakukan Astra melalui Catur Dharma diharapkan mampu menggerakkan hati nurani semua elemen masyarakat untuk menuju kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik lagi.

Tantangan Astra ke depan
Dalam persaingan global ke depan, akan banyak tantangan yang harus dihadapi PT Astra International Tbk untuk terus eksis dan berjuang bersama bangsa. Astra harus senantiasa bersaing dan menyuguhkan produk dan layanan yang semakin berkualitas demi menjamin kepuasan para pemangku kepentingan. Selainnya, persaingan bisnis yang semakin ketat juga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan agar nama Astra tetap mengena di hati masyarakat.

Menyikapi segala tantangan yang akan muncul, hal terpenting dan paling mendasar adalah sumber daya yang unggul dapat bertahan dalam pelbagai persaingan global. Astra harus terus menciptakan berbagai inovasi produk dan kenyamanan layanan. Keunggulan yang diupayakan bukan hanya bersfat komparatif namun secara kompetitif juga harus ditempuh melalui proses kreatif dan inovatif dalam berbisnis. Maka seberat apapun tantangan ke depan, pengalaman yang dilalui selama ini akan tetap menjadi pelajaran paling berharga yang tidak dapat tergantinkan dengan strategi apapun. 


Harapan masyarakat kepada Astra
Kendati Astra telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang berpihak pada bangsa dan negara, namun harus disadari pula bahwa sebenarnya Astra bukanlah lembaga pemerintahanan yang harus mampu mengcover seluruh kebutuahan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Astra hanyalah satu dari sekian banyak perusahaan yang telah mampu meraih hati masyarakat melalui strategi, pedoman dan tataan bisnis yang memang patut diteladani. 

Jika boleh berharap, setidaknya ada beberapa point yang mungkin akan menjadi keinginan sebagian masyarakat kepada Astra ke depannya. Dengan berprinsip saling menguntungkan antara Astra sebagai pelaku bisnis dan masyarakat sebagai pelanggan, maka tidak ada salahnya jika Astra dapat mempertimbangkan beberapa hal berikut.

Pertama, mengajak perusahaan-perusahaan lain untuk mengikuti jejak Astra dalam mengupayakan sumbangsih terhadap masyarakat agar lebih menjangkau masyarakat luas. Hal ini mungkin akan menjadi sulit ketika sebenarnya setiap badan usaha telah memiliki aturan dan tata kelola yang tidak mudah untuk dimasuki unsur dan kepentingan pihak lain. Namun setidaknya kesuksesan yang telah diraih Astra dengan menerapkan strategi bisnis yang berpihak kepada bangsa, tidak kemudian menjadikan bisnis Astra kian merugi. Sebaliknya, kepedulian terhadap bangsa bahkan telah melahirkan geliat bisnis yang semakin mantap dari tahun ke tahun.

Kedua, dalam bidang kesehatan, Astra dapat saja mengupayakan bentuk layanan di tingkat bawah (seperti cabang-cabang perusahaan), untuk menyediakan layanan kesehatan cepat dan praktis. Kita ambil contoh, misalnya pelanggan yang hendak membeli produk Honda berhak mendapatkan layanan kesehatan praktis seperti pengukuran tekanan darah, kadar kolesterol dan sejenisnya. 

Selama masa servis kendaraan yang dikelola cabang Astra, pelanggan berkesempatan untuk menerima semacam layanan tambahan yang bersifat praktis dan tidak memerlukan tenaga medis khusus. Hal ini selain sebagai daya tarik pelanggan untuk membeli produk Astra, selainnya juga akan menarik minat pelanggan untuk terus-menerus mempercayakan layanan servis dan kebutuhan suku cadang asli Astra.

Ketiga, dalam bidang pendidikan, Astra dapat lebih memperkuat perhatian di bidang pendidikan dengan menjalin hubungan lebih erat dengan para pendidik dan tenaga kependidikan. Selain memberikan progam murah bagi guru yang sudah dijalani selama ini, Astra dapat mengembangkan ide lain yang bersifat lebih luas lagi. Misalnya, bagi para pendidik dan tenaga kependidikan yang membeli produk atau menggunakan layanan Astra, sekolah-sekolah dimana mereka berkarya berhak mendapat kunjungan perpustakaan keliling milik Astra. 

Dengan demikian, para pejuang bangsa yang terdiri dari tenaga pendidik maupun kependidikan, berkat kepercayaanya menggunakan produk Astra, juga berimbas kebaikan kepada anak didik yang dibimbingnya. Lambat laun, hal yang demikian akan kian populer di ranah pendidikan Indonesia.

Keempat, di bidang kemasyarakatan Astra harus sudah mulai menyentuh kegiatan bawah seperti Rukun Tetangga (RT) maupun Rukun Warga (RW). Dengan memberikan tambahan modal bagi koperasi-koperasi kecil yang tumbuh di masyarakat bawah, sejujurnya Astra berkesempatan untuk lebih dekat dengan masyarakat. Hal yang terpenting, Astra tentu akan memiliki kesempatan untuk memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang bagaimana produk dan layanan Astra yang sangat layak untuk digunakan masyarakat. Ke depan, Astra akan semakin dipilih karena secara psikologis sudah begitu akrab dengan masyarakat bawah. Keuntungan segi bisnis juga akan menumbuhkan energi yang positif.

Kelima, dalam bidang kesenian dan kebudayaan, Astra dapat menjadi pelopor berkembangnya budaya lokal dengan memberikan penghargaan berupa ajang kontes seni dan budaya bagi wilayah tertentu dengan penduduk yang menggunakan produk Astra terbanyak dan dan terloyal. Dengan metode seperi ini, Astra akan memiliki kesempatan berpromosi lebih leluasa dalam konsentrasi masa yang tidak sedikit. Di sana, Astra berkesempatan menjelaskan program-program unggulan Astra berikut apa saja yang sudah dilakukan Astra kepada masyarakat. Harus dimengerti pula bahwa sebagian masyarakat bawah masih awam terhadap informasi yang sebenarnya sudah begitu pesat.


Keenam, dalam bidang sosial, Astra dapat menjadi pelopor pengurangan angka kemiskinan melalui program pemerataan kesejahteraan. Perlu dipahami  bahwa beberapa kalangan, khususnya di wilayah terpencil, masih terdapat kaum-kaum lemah yang bahkan sudah tidak mampu lagi disentuh produktifitasnya melalui bantuan-bantuan modal semata. Mereka adalah kaum jompo yang tidak memiliki penghasilan dan kaum cacat fisik maupun mental yang tidak ada tempat bergantung bagi kehidupannya.

Jumlahnya mungkin tidak sefantastis mereka yang tercacat secara administrasi sebagai warga miskin. Namun jika melihat nasib mereka, rasanya akan lebih baik jika Astra mengeluarkan kebijakan sosial yang lebih bijak. Kesempatan yang baik ini adalah peluang bagi Astra untuk mengeluarkan program nyata dan dapat dinikmati secara langsung. Misalnya, jika ada salah satu penduduk di wilayah tertentu yang membeli atau menggunakan produk dan layanan Astra, maka bersamaan dengan itu pula satu orang kaum lemah berkesempatan mendapatkan bantuan langsung. Bentuknya dapat berupa sembako, obat-obatan atau bantuan lain yang bersifat darurat dan langsung konsumsi.

Untuk mendukung program ini, rupa-rupanya Astra meski menyentuh pejabat lokal seperti aparatur desa/kelurahan guna melancarkannya. Nantinya, para pimpinan dalam unit-unit kecil masyarakat akan berupaya mengkampanyekan melalui berbagai kesempatan seperti rapat-rapat dan sejenisnya. Animo masyarakat untuk menggunakan produk dan layanan Astra juga akan semakin tinggi tatkala mereka berkesempatan untuk membantu saudara-saudaranya yang mengalami permasalahan hidup. Hal ini dilatarbelakangi dari kenyataan bahwa tidak semua manusia memiliki kesadaran untuk peduli terhadap sesama.

Demikian sekilas tentang pendangan dan harapan kepada PT Astra International Tbk menyangkut kontribusinya bagi bangsa dan negara kita tercinta. Baik itu dalam bidang produk layanan, sumber daya manusia maupun kontribusi sosial yang berkelanjutan. Semoga memasuki usia yang ke-60 ini Astra semakin berjaya dan kian dekat dengan masyarakat serta semakin menginspirasi bangsa lebih baik lagi.









2 Responses to "Catur Dharma, Teladan Bisnis Astra yang Pancasilais"

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Permainan Catur
    Silahkan kunjungin web kami http://chess.gunadarma.ac.id/ kami menyediakan beberapa artikel mengenai permainan catur.

    BalasHapus
  2. hah? permainan catur? beda kelez,

    BalasHapus