Kiat Memperbaiki dan Mempermanis Tulisan





Selamat berjumpa lagi sobat unyus dalam dan luar negeri,

Ketika menulis, tema apa saja, biasanya tak lepas dari yang namanya editing. Editing atau perbaikan tulisan, biasanya dilakukan setelah tulisan kelar. Tapi beberapa penulis, ada juga yang melakukannya bertahap.  Satu paragraf selesai, lalu edit hingga dirasa benar-benar mantap.

Mau dilakukan bertahap atau nanti sesudah tulisan rampung, Mimin pikir itu hanya selera. Mereka yang melakukannya bertahap, biasanya dipicu faktor ketenangan. Ia baru akan enjoy dan melanjutkan tulisannya, setelah bagian sebelumnya dirasa perfek.

Bagi yang mengedit setelah tulisan kelar, umumnya sudah cukup profesional. Ia sudah terampil dalam menuangkan ide, sehingga tidak perlu bolak-balik. Editing di akhir juga menghemat pengerjaan, lebih cepat selesai dan praktis.  

Prinsip editing, harus sejalan dengan gaya penulisan. Jika genre tulisan kita bersifat inspirasional, menyentuh atau dramatik, penggunaan kalimat-kalimat kiasan menjadi bagian penting yang harus dicermati. Jika tulisan ringan, misalnya sekedar kisah  pribadi atau sejenisnya, hal terpenting biasanya pada penggunaan tanda baca dan efektifitas kalimat.

Bukan bermaksud mempersulit menulis, cuma Om Mimin hanya berpendapat.  Ternyata, ada teknik-teknik simpel yang mampu mempermanis tulisan kita. Jadi, tidak ada salahnya kita coba.

Baiklah sobat unyus yang punya pohon duit, mari kita baca tulisan berikut. Lalu kita coba akan permanis lagi.

“Beliau memang tak terkenal dan bukan orang kaya, namun beliau mewariskan harta tak ternilai kepadaku yaitu ilmu, ilmu kehidupan dunia dan akhirat yang membawaku meraih impian dan cita-citaku selama ini menjadi nyata. Ini adalah ceritaku tentang sosok ayah, usiaku kini 37 tahun dan sudah berkeluarga dengan dikaruniai 3 anak. Ayahku berprofesi sebagai tukang becak di pasar bringharjo – yogyakarta sampai sekarang.”

Setelah membaca tulisan di atas, akan lebih baik lagi, jika penjabaran antara “aku” dan “ayahku” ditata atau ditempatkan lebih rapih. Tujuannya, agar si pembaca mengetahui mana yang menjadi informasi utama, dan mana informasi penjelas.

Jika kalimat utamanya adalah “aku”, maka jadikan “ayahku” sebagai kalimat penjelas. Mari kita kemas agar lebih renyah dibaca :

Ini adalah ceritaku tentang sosok ayah, usiaku kini 37 tahun dan sudah berkeluarga dengan dikaruniai 3 anak. Ayahku berprofesi sebagai tukang becak di pasar bringharjo – yogyakarta sampai sekarang. Beliau memang tak terkenal dan bukan orang kaya, namun beliau mewariskan harta tak ternilai kepadaku yaitu ilmu, ilmu kehidupan dunia dan akhirat yang membawaku meraih impian dan cita-citaku selama ini menjadi nyata.

Kalimat, “Ini adalah ceritaku tentang sosok ayah, usiaku kini...” Mimin taruh di depan sebagai kalimat pokok. Sedangkan, “Ayahku berprofesi sebagai tukang...” Mimin gunakan sebagai kalimat penjelas yang menerangkan siapa aku, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan aku.

Bagaimana sobat, agak mendingan? Kalau iya, mari kita oprek lagi tanda baca titik-komanya agar nafas kita semakin plong.

Ini adalah ceritaku tentang sosok ayah. Usiaku kini 37 tahun, aku sudah berkeluarga dan dikaruniai tiga orang anak. Ayahku berprofesi sebagai tukang becak di Pasar Bringharjo, Yogyakarta.  Seingatku, dari dulu hingga sekarang, ayah masih setia menjalani profesi itu dengan telaten. Profesi yang telah mengantarkanku meraih impian dan cita-citaku.

Sebagai tukang becak, ayah bukanlah orang kaya. Namun dengan kesederhanaannya, beliau telah mewariskan harta yang tak ternilai harganya. Harta itu bernama ilmu. Ilmu kehidupan yang menjadi bekal bagiku dalam menjalani hidup di dunia, hingga di akhirat nanti.

Dari sana, Om Mimin juga mengemas separagraf kalimat itu menjadi dua paragraf. Tujuannya agar semakin enteng. Selainnya, Om Mimin menempatkan titik-koma dengan proporsional agar hafas pembaca semakin manjah. Sesudahnya, Om Mimin memperbaiki huruf kapital pada kalimat, “bringharjo – yogyakarta” menjadi “Bringharjo, Yogyakarta.”

Kesemuanya bertujuan agar kalimat yang kita sajikan menjadi renyah-renyah manjah..
Salam...

3 Responses to "Kiat Memperbaiki dan Mempermanis Tulisan"

  1. Semoga semakin kesini bisa semoga tulisanku semakin manis 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkwkwkwk. Lucu juga yak. Macam permen saja manis...

      Hapus
    2. Makasih boskuh, mana blog ente.. Ane mau mampir juga

      Hapus