Sesak Nafas Gara-gara Titik-koma? Yuk, Baca yang Ini!



Hai sobat unyus yang berhati mulia,
Ada yang bilang, ngeblog itu bebas, asyik! Nggak perlu pakai bahasa yang tinggi-tinggi, atau kelewat intelek. Yang penting, enak dibaca, dan informasi nyampai dengan efektif. Setuju gaess?

Om Mimin juga setuju. Malahan, dengan menggunakan gaya bahasa yang santai, blogger dapat banyak keuntungan.

Salah satunya, memperlancar ide. Gaya bahasa santai punya kecendurungan unik, yaitu melancarkan keluarnya ide dari kepala ke dalam bentuk tulisan. Setidaknya, seorang penulis lebih cepat dalam mengolah bahasa, tanpa perlu mencari sekian banyak kosakata yang pas dan baku.

Selanjutnya, mempercepat pemahaman pembaca.  Pembaca tidak perlu berfikir ekstra untuk memahami maksud informasi. Sekilas membaca, langsung paham apa maksudnya.

Tapi ingat. Kendati tidak harus terpaku pada tata bahasa, penulis juga harus cakap mengolah kalimat, terutama menempatkan tanda baca. Bahasa santai yang dimaksud bukan berarti seenaknya, tapi harus jelas titik komanya.  

Dengan begitu, walaupun seorang penulis menggunakan bahasa yang santai, pembaca tetap menilai bahwa tulisannya tetap berbobot. Lalu bagaimana caranya agar penggunaan titik-koma mampu memberi kesan bahwa tulisan kita bermutu?

Anggap tanda koma (,) dan titik (.) sebagai pengatur nafas. Jangan biarkan pembaca kehabisan nafas (lalu akhirnya sesak nafas), lantaran penggunaan tanda titk-koma yang acak-acakan.

Contohnya begini :

Pagi sob. Kali ini gua mau berbagi cerita seputar perjalanan gue traveling ke Bali sekitar bulan Februari 2017 yang lalu bersama teman sekantor gue.  Banyak juga si tempat yang udah kami kunjungi tapi kalau masalah pantai emang pantai yang satu ini bener-bener keren. Gue bakalan ceritain ke sobat semua bahwa pantai Pandawa emang bener-bener pantai yang asyik dan pantas saja jika dianggap sebagai destinasi wisata yang top!

Kasihan yang baca, asli. Coba dibuat seperti ini :

Pagi, Sob. Kali ini, gue mau berbagi cerita tentang perjalanan traveling gue ke Bali. Gue kesana Februari lalu, sama teman-teman kantor. Banyak si, tempat yang udah gue kunjungi. Cuma, saat gue ke Pantai Pandawa, gue langsung terpana! Itu pantai emang bener-bener keren, asli! Pokonya lu nggak nyesel dah kalau ke sana. Pantes banget kalau Pantai Pandawa disebut sebagai destinasi wisata yang recomended.

Bagaimana sob, ada perbedaan? Ya, harusnya ada. Kalau jeli, penggunaan titik-koma pada tulisan yang bawah, memang membuat aktivitas membaca lebih enjoy. Pasalnya, penempatan titik-komanya emang pas.

Selain itu, Om Mimin juga berupaya membuat kalimat efektif dengan membuang kalimat yang tidak perlu. Walaupun bukan bahasa baku, tapi tidak mengulang-ulang kalimat, membuat tulisan makin ringkas. Dengan kata lain, tips membuat kalimat efektif adalah dengan membuang kata yang tidak perlu tanpa mengurangi informasi yang disampaikan.

Nantinya, si pembaca makin dimanjakan dengan gaya tulisan yang kita sajikan. Sekalipun hanya membaca dalam hati, tapi tetap saja penggunaan titik-koma yang tepat,  punya kelebihan tersendiri. Bener, nggak?

Makasih ya sob, indahnya berbagi..





Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sesak Nafas Gara-gara Titik-koma? Yuk, Baca yang Ini!"

Posting Komentar