Bagaimana Menentukan Tema



Tutorial 6 : Menentukan Tema Untuk Tulisan


Dalam bahasa yang sering digunakan oleh para guru dan dosen, “tema” sering diartikan sebagai “gagasan pokok” atau “ide pikiran”. Itu berarti sesuatu yang akan kita kembangkan dalam tulisan.

Kalau bahasa saya, tema saya artikan sebagai, “kita mau menulis tentang apaan nih”. Mungkin kita mau menulis bertema cinta, kehidupan, teknologi, politik, tips-tips dan sebagainya.

Lalu, kapan kita menentukan suatu tema? Jawabannya adalah sebelum mulai menulis. Dan, tema apa yang kira-kira akan kita pilih? Jawabannya adalah “sesuai kebutuhan”.

Kalau kita menulis untuk kepentingan sendiri, ya tentukan temanya sekehendak hati. Kalau tulisan itu memang pesanan, atau menulis untuk kepentingan orang lain, ya buatlah sesuai si pemesan. Olrait?


Bedanya apa om, antara tema dengan judul?
Beda dong, tema itu kan gagasan umum, sedangkan judul sudah lebih khusus lagi. Judulnya apa, akan dipengaruhi oleh inspirasi si penulis dalam mengembangkan suatu tema.

Misalnya begini, Andi, Bety, Chila, Della, Eny dan Fajar,  sama-sama mau menulis dengan tema “cinta”, namun bisa jadi isinya (sudut pandangnya) juga beda, dan judulnya pasti akan beda :

Andi akan menulis tentang makna cinta bagi dirinya dan berharap orang lain mengambil hikmah atas kisah cinta yang dialami. Misalnya, ia membahas tentang pahit getirnya menjalani hubungan jarak jauh (LDR).

Sementara, Bety akan menulis tentang bagaimana cinta bisa mengubah hidup seseorang, yang bahkan bisa menentukan kesuksesan seseorang. Ia menulis tentang kekuatan cinta yang membuat seorang penyandang disabilitas bisa menghasilkan karya-karya yang hebat.

Chila malah beda. Ia akan menulis bagaimana cinta memiliki kekuatan untuk mengembangkan bisnis. Chila mengungkap konsep cinta dalam melayani konsumen, ia menggunakannya dalam berbagai trik marketing yang istimewa.

Della akan mengupas cinta dari sisi religius. Bagaimana agama memberikan teladan tentang cinta kasih, dan seterusnya, dan seterusnya. Dan Fajar,  akan mengupas cinta dari sisi erotisme, seksualitas dan romantisme. Begitu kira-kira...

Makanya benar kata orang pinter, jika tema adalah hal yang paling utama yang dilihat oleh pembaca. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut.

Sekarang, dari tema “cinta” yang akan ditulis oleh 5 orang tersebut, mana menurut kita yan paling menggugah minat baca? Nah, kalau sudah bisa menentukan yang mana-mananya, artinya kita udah paham bahwa tema adalah ‘bom’ untuk membuat tulisan kita menggelegar, cetar membahana!


Kalau judul?
Kalau saya, judul biasanya saya tulis di akhir. Setelah saya menetukan tema dan berhasil merampungkan suatu tulisan, tinggalah tentukan judul yang tepat.

Makanya, teknis penulisan judul sengaja saya taruh di akhir penjelasan. Tujuannya, agar temen-temen bisa memahami penjelasan saya tahap demi tahap.


Kalau tema blog itu apa?
Nah itu, saya bukan pakar blog. Tapi kalau definisi tema itu merupakan gagasan pokok, maka tema blog mungkin kurang lebihnya gagasan utama dari blog itu.

Misalnya blog itu bertema traveling, religi, kesehatan, teknologi. Biasanya konten yang ditayangkan di blog itu juga berhubungan dengan temanya. Kalau nggak salah namanya “niche”.


Nah kalau blog gado-gado?
Aku pikir si nggak ada istilah gado-gado kali ya? Karena jika suatu blog akan mengupas banyak tema, bisa kok dijadikan blog magazine (majalah),  atau portal berita yang isinya beragam tema. Gitu aja kayaknya..


Di awal-awal om bilang nggak suka blog gado-gado katanya?
Masa si saya bilang gitu? Yang bagian mana?




Daftar Isi       Awal       <<Sebelumnya       Selanjutnya>>




Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Bagaimana Menentukan Tema"

Posting Komentar