Cara Menggali Inspirasi untuk Tulisan




Tutorial 6 : Menggali Inspirasi


Dari internet, saya mendapatkan informasi bahwa “inspirasi” adalah proses merangsang pikiran untuk melakukan sesuatu tindakan, utamanya adalah tindakan yang kreatif.

Inspirasi juga dapat dimaknai sebagai proses dimana mental seseorang dirangsang untuk melakukan tindakan tertentu. Itu dilakukan setelah melihat atau mempelajari sesuatu yang ada di sekitarnya.

Itu saya ngambil dari sini.


Cie, tukang kopas membahana!
Ya namanya orang menulis itu nggak bisa lepas dari informasi sumber lain. Kopas asal proporsional dan diolah dengan sesuatu yang seger nggak papa si. Di kampus-kampus kan gitu, kalau bikin karya tu boleh ngutip, asal dicantumin sumbernya.


Ya dah, lanjut om-ku...
Yap. Jadi yang di atas itu pengertian “inspirasi” secara baik dan benar. Kalau saya, memaknai inspirasi itu sederhana :

“Inspirasi itu semacam angan-angan (ide-ide) yang unik, seger, keren,  atau yang punya daya tarik menggigit setelah kita mengamati sesuatu”  

Dan ini YANG PALING PENTING :
Inspirasi itu nggak bakal ada kalau sebelumnya kita nggak punya pengetahuan atau pengalaman tentang sesuatu hal. Pahami sekali lagi, “Inspirasi itu nggak bakal ada kalau sebelumnya kita nggak punya pengetahuan atau pengalaman tentang sesuatu hal”.


Apa bedanya inspirasi sama ide?
Pertama. Kalau saya mengartikan inspirasi itu sebagai “terinspirasi”.  Jadi setelah saya mengamati sesuatu (bisa artikel, video, atau mengamati langsung), saya kemudian tergerak untuk menuangkannya dalam tulisan

Kedua, ide adalah buntut dari inspirasi. Setelah terinspirasi, barulah muncul ide-ide. Nah, ide-ide itulah yang akhirnya dipersiapkan untuk membikin tulisan.

Ketika kita mau menulis, biasanya ada ide-ide yang bersliweran di otak. Namun demikian, ide-ide itu masih menggantung. Nah, di sinilah tugas penulis untuk menungkan ide-ide itu ke dalam tulisan.

Selanjutnya, inspirasi juga berkaitan dengan sesuatu yang unik, seger, keren. Maksudnya, sedapat mungkin, ide yang dikembangkan nantinya berbeda dari kebanyakan ide orang. Punya daya tarik tersendiri, menggugah semangat bagi pembaca.


Kayaknya perlu contoh nih....
Aduh,  susah juga ya jelasinnya! Mm, atau gini aja, kita ambil contoh dah yang pembahasan di awal tentang tema “cinta”. Dari kelima tema “cinta”, saya lebih tertarik dengan punya si Chila.

Di sana, Chila akan membahas tentang bagaimana cinta memiliki kekuatan untuk mengembangkan bisnis. Chila mengungkap konsep cinta dalam melayani konsumen, ia menggunakannya dalam berbagai trik marketing yang istimewa.

Nah, umpama saya jadi Chila, kira-kira ide saya untuk mengembangkan cerita itu, kurang lebihnya begini :

Ada sepasang kekasih yang menjalani cinta, mereka kuliah dengan biaya sendiri. Usai lulus, mereka mengembangkan usaha bersama dengan mendirikan kafe bertema “cinta”. Inspirasi kafe itu didapat dari perjuangan hidup dan perjalanan cinta mereka selama ini.

Desain interior kafe itu dibuat sedemikian rupa agar menonjolkan kesan romantis dan ceria. Mereka menggunakan  warna-warna segar seperti merah muda, putih atau biru muda. Mereka juga menyediakan pojok-pojok selfie yang unik, kesemuanya bertema cinta.

Dalam hal pelayanan, mereka menggunakan konsep cinta. Seperti memberikan perhatian khusus bagi pengunjung yang baru jadian, aniv dan lain sebagainya. Ada cake spesial untuk pengunjungnya yang punya momen-momen istimewa.

Mereka juga menampilkan “live music” akustik, dengan lagu-lagu bertema cinta. Untuk melengkapinya, mereka menghadirkan stand up comedi di setiap akhir pekan. Temanya juga masih seputar asmara dan pernak-perniknya.

Nah, itu adalah ide-ide jika saya akan membuat tulisan seperti yang dimaksud tadi. Jadi itu baru gambaran kasar, belum terperinci. Tapi, kurang lebihnya begitu.

Jadi, sebelum menulis lebih detail, paling engga si penulis itu udah punya “gambaran kasar” tentang apa yang mau di kembangkan nantinya. Yang kayak gini penting banget, soalnya berhubungan dengan tulisan kita nantinya menarik apa enggak, gitu!


Om-nya bisa punya ide kekgitu dari mana?
Sip, pertanyaan bagus banget nih, saya suka! Yang namanya ide datangnya ya dari pikiran kita sendiri. Pikiran kita melayang-layang atau BERIMAJINASI dan akhirnya muncul seperti itu.


Artinya adalah :
Saya bisa mikir tentang kafe bertema cinta, mungkin sebelumnya saya pernah membaca sebuah artikel atau melihat video-video, atau apa saja yang berhubungan dengan itu. Atau bisa juga saya pernah mengalami sendiri mengunjungi tempat-tempat seperti itu.

Lalu, dari pengalaman itu, dikombinasikanlah dengan konsep “cinta” yang lagi jadi topik utama tulisan saya. Pikiran saya melayang, membayangkan hal-hal tadi. Di situ, saya juga mulai mikir kira-kira gaya penulisan apa yang cocok.


Okeh-okeh, makin menarik nih! Trus, gimana caranya supaya kita punya inspirasi dan bisa mengembangkan ide?

Terima kasih


Bisa lebih serius?

Baiklah, kalau ngomongin inspirasi dan ide dari seorang penulis, saya punya pendapat begini :

Ada penulis yang berjiwa menulis,  dan
Ada juga penulis yang berusaha untuk menulis.


Akan saya bahas satu per satu :
Penulis yang berjiwa menulis adalah mereka yang memang punya bakat untuk itu. Bakat yang dimiliki belum tentu juga merupakan keturunan, tapi memang murni anugerah Tuhan.

Orang yang kayak gini, dari kecil biasanya udah mulai keliatan. Misalnya, dia senang membuat berlembar-lembar puisi atau tulisan-tulisan tertentu yang jarang dilakukan anak seusianya.

Memasuki usia remaja, ia cenderung gampang galau. Ketika melihat fenomena tertentu, ia resah dan ingin segera merespon. Lalu ia berupaya menuangkannya dalam berbagai tulisan atau ide-ide.  Bisa saja melalui status medsos atau sekedar di buku hariannya.

Ia punya “rasa” atau semacam “sense” yang tidak dimiliki kebanyakan orang.

Orang kayak gitu pikirannya suka melayang-layang. Jangankan melihat fenomena sosial di sekitarnya, ibarat melihat daun kering yang jatuh tertiup angin, pun bisa ia kembangkan dalam tulisan-tulisan  yang enak dibaca.

Ingat, sejak kecil udah tampak! Walaupun orang tuanya, sekolahnya dan lingkungannya tidak ada yang punya kebiasaan menulis.


Bakat itu cuma omong kosong. Bakat yang sebenarnya adalah saat kita nggak pernah menyerah!

Okeh. Di depan saya memang sempat mengutip kalimat itu ponakanku. Tapi konteksnya beda, sungguh berbeda. Nanti dah setelah kita paham satu per satu bakalan ngerti.

Yang kedua, ada penulis yang berusaha untuk menulis. Dia itu awalnya nggak tertarik sama menulis, dia bahakan lebih tertarik sama matematika atau statistika. Tapi, dia itu tahu kalau menulis itu penting, potensial banget di jaman kekgini.

Makanya, dia latihan menulis dan terus berlatih. Dan ternyata, dari pekerjaan yang ia lakukan berulang-ulang, akhirnya punya kemampuan menulis yang bagus. Ia juga paham bagaimana caranya menggali inspirasi menurut versinya sendiri.


Tulisan mana yang lebih bagus dari latar belakang keduanya?

Nah, itu juga pertanyaan keren! Orang yang sebelumnya punya bakat, tapi nggak dikembangkan, bisa jadi akan kalah dari yang sebelumnya nggak punya minat,  namun dikembangkan dengan baik. Sederhana kan?

Ini orang dari na-na-ni-ni nya kok didenger enak ya, kayaknya pantes tuh jadi penyanyi. Tapi, dia tidak memilih jadi penyanyi, dia jadi pengusaha cilok. So, ya bakat nyanyinya tenggelam. Kayak kisah cintamu, tenggelam dalam kenangan mantan. Huweks..

Tapi, ada orang yang ibarat kentut aja fals, apalagi nyanyi. Tapi dia pengin nyanyi, sangat pengin! Dia kemudian ikut kursus vokal sampai habis biaya jutaan. Ia juga ikut terapi pita suara agar mampu menghasilkan nada yang semakin baik dari hari ke hari.

Kalau start bareng-bareng dengan usaha yang juga sama-sama optimal, kemungkinan yang udah ada bakal bisa nyalip. Masalahnya kan yang nggak punya bakat nggak dikembangin...

Sekarang, apa kita bisa paham tentang maksud dari “Bakat itu cuma omong kosong. Bakat yang sebenarnya adalah saat kita nggak pernah menyerah?”

Kalau menurut saya, “bakat” akan jadi omong kosong ketika tidak pernah dikembangkan. Dan “tidak mau menyerah” akan menjadi luar biasa melebihi mereka yang punya bakat. Tentunya  jika diasah terus-menerus!


Terus, bagaimana caranya supaya kita dapat banyak inspirasi ?

Inspirasi itu bisa didapat melalui dua cara, pertama tidak disengaja dan kedua disengaja.  Kalau yang tidak disengaja, misalnya gini.

Kamu adalah seorang jomblo yang kebetulan lagi jalan-jalan di taman. Karena kecapen, kamu duduk di sebuah bangku. 

Tiba-tiba, ada sepasang kekasih yang ikut nimbrung di situ. Mereka berdua kemudian bercakap-cakap.

Cewek : "Sayang, menurutmu aku ini mirip Raisa nggak?"
Cowok : "Nggak!!"
Cewek :"Kalau Isyana, mirip nggak??"
Cowok : "Ah, apa lagi itu. Jauh banget"
Cewek : "Ya ampun, tega banget deh yang. Pasti kamu mau bilang aku ini mirip Omas atau siapa kek artis yang mukanya jelek-jelek gitu ya??"
Cowok : "Ya nggak lah sayang. Nggak segitunya kali.."
Cewek : "Lhah, pantesnya aku ini mirip siapa?"
Cowok : "Kamu tuh mirip ibu dari calon anak-anak kita sayang.."
Cewek : "Aw.. so sweetttt...."

Nah, sesudah itu, kepalamu terasa puyeng berasa ingin muntah. Lalu seketika kamu nggak sadarkan diri. Barulah setelah dirawat beberapa jam di rumah sakit khusus jomblo, kamu siuman.

Kejadian yang kamu alami sebelumnya, kamu ingat-ingat terus. Hingga kamu merasa begitu terinspirasi dengan percakapan duo sejoli itu. 

Itu adalah salah satu contoh inspirasi yang diperoleh secara tidak sengaja. Hanya dengan melihat sepasang kekasih yang tengah jatuh cinta, kita tergerak membuat tulisan.

Kemudian kita mulai mengembangkan ide. Lalu dituangkan dalam tulisan, bentuknya bisa berupa cerita lucu, artikel, cerpen atau bahkan novel.

Nah, kalau yang disengaja, misalnya kita mau menulis dengan tema teknologi. Isinya memuat  smartphone buatan China tapi yang punya kamera setara iPhone7.  Terus, kita browsing-browsing dah kesana kemari. Lalu, ketemulah smartphone dengan merk “KLUMA”.

Kita cari dah info tentang smartphone itu. Mulai dari chipsetnya, RAM-nya, room-nya, harganya, dan lain-lain.  Buat melengkapi, kita juga perbandingkan dengan smartphone setara namun harganya lebih mahal.

Informasi yang kita dapat kemuadian dikembangkan, ditambah sumber dari sana-sini. Kita berharap agar nantinya dapat diolah dengan gaya bahasa menarik dan menggugah selera pembaca.

Dan yang kayak gitu juga berlaku buat tema lainnya. Artinya jika ingin membuat tulisan namun lagi miskin inspirasi, caranya ya dengan melihat, membaca atau mencari ide-ide sejenis di mana saja berada.

Nantinya, kita  akan kembangkan melalui tulisan dengan dengan sudut pandang berbeda. Lebih fresh, unik, menggigit dan menggairahkan!


Menggigitnya nggak ketinggalan!

Hm.



Daftar Isi       Awal       <<Sebelumnya       Selanjutnya>>


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Cara Menggali Inspirasi untuk Tulisan"

Posting Komentar