Masalah yang Sering Muncul dalam Menulis


Tutorial 3 : Masalah Apa yang Muncul Ketika Menulis?



Kamu udah di sini, Vi? Kok nggak ngajak-ngajak?” kata Siti

“Sory, ini juga nggak direncanain” kata Alvi

“Em, ngomong-ngomong, gimana keadaan Rizka, udah mendingan?” kata Siti

“Mending banget malahan. Pulang dari rumah sakit, Rizka kelihatan seger. Di kamar tuh, baru aja minum obat!” kata Alvi

“Aku langsung masuk aja kali ya ke kamar Rizka” kata Siti

“Masuk aja, nggak papa. Palingan dia lagi tiduran” Kata Alvi



Dua belas menit kemudian :



“Gimana, Rizka-nya mau bangun?” tanya Alvi

“Nggak tuh, dia malah pakai selimut rapet. Tadi aku peluk dia, aku usap-usap dia. Kupikir dia bangun, eh.. malah cuman gerak-gerak aja” kata Siti

“Selimutan rapet? Perasaan tadi Rizka nggak pakai selimut, dia bilang malah gerah. Makanya dia nyalain AC kenceng-kenceng” kata Alvi

“Selimutan kok, malah dia pegang-pegang aku. Cuman dianya nggak buka selimut. Akunya ya diem aja.  Takutnya  dianya masih sakit atau gimana. Serba salah, kan?” Kata Siti

“Hah? Emang kamu masuk ke kamar yang mana?” Kata Alvi

“Itu kan yang deket tivi” Kata Siti

“Ya Tuhan, itu kan kamar Mas Teguh, kakanya Rizka!!!”

“Omegot” Kata Siti sambil mendesah kegirangan.





Sekarang kita udah paham, kalau di jaman kekgini, menulis ternyata kepake banget. Tapi bagi yang pengin nyoba, biasanya banyak sekali sandungannya.


Pertama biasanya males, kedua nggak pede, ketiga susah nyari bahan, keempat nggak bisa ngerangkai kata. Dan masih banyak lagi.

(1) Malas

Pengalaman saya, malas terjadi ketika kita belum memulai. Disinilah tantangannya, duduklah dan buat paragraf awal sebagus mungkin.

Kalau sudah berhasil menulis paragraf awal (dan setelah dibaca bulak-balik), ternyata lumayan pantes, pastinya bakal lanjut dan lanjut. Percayalah.

Setelah pada tahap sebelumnya kita mulai sreg sama tema tertentu, biasakan menulis tema itu dulu. Biar berasa enteng dan nggak ada beban di muka.

Pokoknya, ketak-ketik aja dulu, soal bagus nggak bagus, urusan belakangan.


Segampang itukah?

Yup, segampang itu! Titik paling menentukan dan sedikit lama ngerjainnya, memang di awal-awal paragraf tadi. Mau ngawalin aja susahnya bukan main.

Solusinya cuma satu, membaca lagi tulisan yang serumpun atau yang bertema kurang lebih sama, milik orang (penulis) lain.

Baca dan nikmati kalimat-kalimat awal tulisan orang yang menurut kita keren. Rasakan sensasi penempatan kata demi kata, hingga membentuk paragraf. Setelah kitanya mampu menemukan titik keindahan suatu kalimat, nanti akan muncul yang namanya greget.

Dan, greget itulah yang nantinya  menjadi  pendongkrak untuk kita meramu paragraf awal yang menggoda. Kalau udah dua-tiga paragraf, biasanya langsung pede.

Saya si biasanya  begitu.



(2) Susah Nyari Bahan

Dulu, di awal-awal menulis, saya juga begitu. Buat nyari bahan, biasanya saya browsing atau nonton Youtube dulu.  Buat melengkapi tulisan, saya nyari beberapa artikel lalu dikombinasi.

Disitulah saya sebenernya sedang  latihan menulis dengan metode “merangkum” dari beberapa artikel. Artikel-artikel saya kumpulkan lalu saya comot  beberapa kalimat yang dibutuhkan.

Setelah itu, disambung-sambung dengan kata hubung atau dengan kalimat lain yang dianggap pantes. Lalu,  terbentukah tulisan baru yang sepertinya fresh, tapi sebenernya enggak terlalu.


Ah, susah kalau disuruh begituan. Ada nggak nyari bahan yang paling gampang?

Haduh. Ya udah gini, ini paling sederhana, sekarang kita amatin dah benda-benda apa saja yang ada di sekeliling kita, contohnya :

Sofa
Kasur
Meja
Foto presiden
Foto mantan

Masa si dari benda-benda sederhana dan paling dekat dengan kita nggak bisa dibikin bahan tulisan. Nih, saya kasih contohnya, pengembangannya bisa pakai cara sederhana tadi :

“Inilah sofa-sofa  dengan harga ratusan juta rupiah”
“Kiat memilih kasur busa agar terhindar dari sakit pinggang”
Meja-meja yang punya nilai mistis di dunia”
“Kisah menarik di balik foto Presiden Soekarno”
“Cara mengedit foto mantan agar mirip sekali dengan monyet”

Nah gitu, mudah kan? Prinsipnya, semua yang ada di sekeliling kita, sebenarnya punya potensi untuk dibikin tulisan. Tekniknya, tinggal diramu atau dikembangkan sesuai selera. Sebagai referensi, kita kan bisa nyari bahan di google.



(2) Susah Merangkai Kata atau Kalimat

Basically, dari sejak SD tentu kita sudah bisa membuat kalimat sederhana, kecuali situ nggak pernah makan bangku sekolah sama sekali, baru.

Menulis pada dasarnya adalah membuat kalimat yang kemudian di sambung menjadi paragraf dan seterusnya. Jadi, saya pikir, merangkai kata jangan dijadikan masalah ketika hendak memulai menulis.

Kecuali itu tadi, situ nggak pernah makan bangku atau genteng sekolahan sama sekali...
Ada lagi masalah yang biasa ditemui saat menulis? Tulis di kolom komentar pasti akan dibalas...


Oya, kalau menulis dengan cara merangkum kayak tadi dibilang, caranya bagaimana? Kayaknya menarik tuh?

Memang, tapi cara seperti itu saya taruh di bagian akhir tutorial ini. Salah satu alasannya adalah agar situ nggak main sabotase. Kita belajar yang bener, jangan yang serba instant..

Mau pakai cara instant si boleh, tapi ketika nanti dituntut buat menulis yang murni dari ide kita, bisa-bisa nggak menguasai. Cara nulis yang instant boleh dilakukan ketika kondisi darurat saja.

Makanya, simak terus step by step...



Daftar Isi       Awal       <<Sebelumnya       Selanjutnya>>



Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Masalah yang Sering Muncul dalam Menulis"

Posting Komentar