Membaca dan Memahami Gaya Penulisan



Tutorial 5 : Membaca dan Memahami Gaya Penulisan


Seperti yang saya gembar-gemborkan sebelumnya, di bagian-bagian awal, saya sempat menekankan pentingnya membaca. Bagi saya, membaca adalah kunci agar seorang penulis mampu membuat karya tulisan yang kaya rasa, dan juga kaya warna.

Khusus untuk penulis, membaca memiliki dua fungsi yang amat penting :

Pertama, membaca adalah cara penulis untuk berlatih memahami gaya penulisan. Nantinya gaya-gaya itu yang akan menginspirasi penulis dalam membuat tulisan tertentu.

Kedua, membaca adalah mencari informasi-informasi. Nantinya, informasi itu akan dijadikan ide untuk menulis,  atau dikembangkan dalam tulisan baru yang lebih fresh. Misalnya dengan sudut pandang yang berbeda dari tulisan sebelumnya.


Sekarang coba kita baca tulisan di bawah ini. Nanti kita akan coba menelisik gaya penulisannya :

“Pada satu waktu, akan ada titik dimana kita tidak tahu harus berbuat apa. Tidak bisa berkata apapun atau harus bagaimana. Sementara kehidupan terus berjalan dan ujian justru terus datang bertubi-tubi. Menyisakan diri yang termanggu meratapi apa yang terjadi, tak jarang berkali-kali menyalahkan diri sendiri”  (Sumber : luckycaesar.com).

Kalau saya disuruh memberitahu, tulisan itu bergaya apa, punggung, dada, kupu-kupu atau gaya macam apa, maka saya nggak bisa jawab. Saya pikir, gaya tulisan itu nggak bisa dinamai seperti itu.

Paling banter, saya cuma bilang kalau tulisan itu seperti berbahasa puitis atau apalah namanya. Penilaian masing-masing orang bisa saja berbeda. Sampai di sini masih oke ya?

Berikutnya, tulisan itu bukan saya yang menulis. Artinya, jika saya diminta untuk menulis dengan tema yang sama, maksud yang sama, sudut pandang yang sama, NAMUN dengan gaya yang berbeda, itu sangat MUNGKIN untuk dilakukan.


Udah lah om nggak usah bertele-tele. Coba tulisan itu tadi dirubah gayanya!

Kalimat (1)

Gaya dia : “Pada satu waktu, akan ada titik dimana kita tidak tahu harus berbuat apa”

Gaya saya : “Suatu ketika, akan datang kesempatan dimana kita bingung untuk menetukan sikap”


Kalimat (2)

Gaya dia : “Sementara kehidupan terus berjalan dan ujian justru terus datang bertubi-tubi”

Gaya saya : “Di satu sisi, kehidupan terus berjalan, namun ujian datang terus menerus”


Kalimat (3)

Gaya dia : “Menyisakan diri yang termanggu meratapi apa yang terjadi, tak jarang berkali-kali menyalahkan diri sendiri”

Gaya saya : “Aku hanya bisa diam, mengeluh tentang apa yang sudah terjadi. Aku selalu menyalahkan diriku sendiri”


Coba yang atas tadi copas lagi trus punya om-nya taruh di bawahnya!

Gaya dia :
“Pada satu waktu, akan ada titik dimana kita tidak tahu harus berbuat apa. Tidak bisa berkata apapun atau harus bagaimana. Sementara kehidupan terus berjalan dan ujian justru terus datang bertubi-tubi. Menyisakan diri yang termanggu meratapi apa yang terjadi, tak jarang berkali-kali menyalahkan diri sendiri”

Gaya Saya :
“Suatu ketika, akan datang kesempatan dimana kita bingung untuk menetukan sikap. Di satu sisi, kehidupan terus berjalan, namun ujian datang terus menerus. Aku hanya bisa diam, mengeluh tentang apa yang sudah terjadi. Aku selalu menyalahkan diriku sendiri”.


Bagusan yang mana ya om?

Saya nggak lagi ngomongin bagus atau nggak bagus, dan kita kurang tepat kalau memperbandingkan seperti itu. Yang saya maksud, kedua tulisan itu bebeda gaya, tentunya akan berbeda rasa.

Jika kita membaca keduanya, baik temanya, maksudnya dan sudut pandangnya hampir sama, namun RASANYA berbeda.



 Hehehe, bener juga ya om?  Coba deh kasih contoh satu lagi, tar abis itu udah.

Gaya dia :
“Rumah minimalis yang nyaman, tentu saja akan menjadi sebuah hal yang menarik. Apalagi untuk Anda yang ingin mendapatkan manfaat dari desain-desain rumah masa kini. Desain rumah yang fleksibel akan sangat mudah untuk dimanfaatkan untuk menjadi tempat-tempat singgah....” 
(Sumber : kangmasroer.com).

Gaya saya
“Menempati istana nan damai adalah impian bagi semua orang. Dengan sentuhan design terbaru nan indah, Anda akan menemukan pengalaman yang sukar terlupakan. Desain yang mewakili kepribadian Anda, adalah simbol bagi si empunya rumah yang berkeperibadian segar dan dinamis”



Udah dulu dah di bagian ini!
Ya. Intinya, setiap penulis memiliki gaya sendiri dalam mengungkapkan apa yang akan ia tulis. Gaya itulah yang saya bilang akan menjadi "rasa" suatu tulisan.

Kadang-kadang, gaya penulisan juga dipengaruhi oleh tema tertentu. Coba bayangkan, ketika gaya saya terakhir tadi digunakan untuk tulisan bertema komedi, kayaknya yang baca bakal nangis.

Saya kasih contoh nih, tulisan tentang makanan :

Gaya punggung :
Bika ini rasanya enak, pokoknya manis dan gurih. Kalau makan satu penginnya nambah lagi.

Gaya katak :
Ini bukan sekedar bika biasa, tapi sangat istimewa. Anda akan menemukan rasa yang begitu lembut dan empuk dalam tiap gigitannya. Tak cukup sekedar mencicipi, Anda akan ketagihan untuk menikmati lagi dan lagi.


Bagaimana, kedua tulisan itu ada "rasanya" kan? 
Iya, rasanya manis dan gurih...


Daftar Isi       Awal       <<Sebelumnya       Selanjutnya>>




1 Response to "Membaca dan Memahami Gaya Penulisan "


  1. Hello would you mind stating which blog platform you're working with? I'm looking to start my own blog in the near future but I'm having a hard time choosing between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal. The reason I ask is because your design seems different then most blogs and I'm looking for something unique. P.S Sorry for being off-topic but I had to ask! outlook 365 sign in

    BalasHapus