Menentukan Kapan Mulai Menulis?


Tutorial 2 : 

Kapan Mulai Menulis?

Kapan mulai menulis? Maunya kapan, mau sekarang ya boleh, besok ya boleh, kapan-kapan juga boleh. Kalau menurut saya si, ‘kapan’ mau mulai menulis itu nggak penting. Justru yang paling penting itu, bagaimana memulainya?


Kalau ‘nggak penting’ ngapain dibikin judul?

Saya pikir, untuk bisa menulis yang seriusan, harus tahu prinsip-prinsipnya dulu. Kita meski tahu hal-hal fundamental (mendasar), sebelum kita memulai menulis. Kenapa gitu, ya biar nantinya minim kesrimpet.


Apa saja itu?

Pertama,  : “Pahami tujuan menulis mau buat apa?”

Menulis itu buat apa? Supaya bisa jadi blogger terkenal, jadi penulis buku best seller, buat nyari rejeki, atau buat apa?

Saya meyakini, ketika orang mencari artikel tentang bagaimana cara menulis, pasti ada tujuan tertentu. Entah apa, kan situ sendiri yang tau.

Saya menekankan bahwa dengan menyadari sebuah “tujuan” nantinya akan berpengaruh terhadap keseriusan. Jadi jangan sampai orang hidup itu nggak punya tujuan.

Tugas kita sekarang adalah mengecek dan bertanya pada diri kita, “Apa sih yang memotivasi saya untuk benar-benar ingin tahu cara menulis?”

Yakinkan tujuan itu, lalu fokuslah...


Kedua,  : “Cari tahu apa minat kita”

Di awal-awal belajar nulis, saya sangat menyarankan agar kita  mencari tahu dulu apa sebenarnya yang paling menyenangkan bagi kita. Atau dengan kata lain, tema apa yang dirasa paling ringan dan asyik untuk ditulis.

Kenapa harus begitu? Tujuannya untung membangun kemistri, biar kegiatan awal-awal latihan terasa lebih mengasyikkan.

Saya nggak mau ngomong muluk-muluk, atau bilang bahwa nulis itu sebenarnya gampang.  Saya pikir menulis itu bukan matematika yang bisa dikerjakan kapan saja, asal tau rumusnya bisa kelar.

Jadi penulis itu kadang dilematis, terkendala dengan yang namanya “mood”.  Sekalipun dia jago nulis, kalau mood lagi jelek, hasil karyanya cenderung mengikuti. Bahkan ada yang nggak mau nulis dulu  karena dianggap percuma.

Dari awal saya sudah ngasih tau, menulislah tentang sesuatu yang benar-benar kita cintai terlebih dahulu. Perkara nantinya udah mahir, silahkan dikondisikan.


Keempat, : “Dimana kita menulis?”

Masing-masing penulis punya kebiasaan yang beda-beda saat menulis. Ada yang suka menulis di tempat yang tertutup, ada pula yang menulis di alam bebas atau di lokasi-lokasi tertentu yang dianggap nyaman.

Intinya, menulislah di tempat-tempat yang paling nyaman. Sekiranya  antipati terhadap suatu kondisi, ya dihindari.

Saya sendiri, lebih senang menulis dalam suasana yang hening bahkan tanpa musik, semendayu apapun.  Dengan begitu, saya seolah menemukan dunia saya.


Kelima, : “Pakai alat apa?”

Nggak mutu banget ya pertanyaannya? Nulis ya ngetik, pakai komputer atau pakai laptop.

Tapi saya punya ekspektasi khusus dalam hal ini. Saya membutuhkan tempat duduk yang nyaman, yang enjoy dan asyik buat duduk.

Ketika membutuhkan waktu sejenak untuk bersantai, biasanya saya bergoyang-goyang di tempat duduk saya itu. Relatif si, bukan rumus.


Keenam, : “Dimana kita simpan tulisan kita?”

Saya tetap menyarankan untuk menyimpannya di blog, bukan di dokumen word, kecuali kalau naskah buku silahkan di doc.

Kok begitu? Ya, suatu saat kita harus ikutan kontes menulis untuk menguji kelayakan tulisan kita. Biasanya, kontes-kontes nulis memang membutuhkan media blog.

Dan yang jadi masalah, ada beberapa penyelenggara kontes yang mengharuskan umur blog kita sudah sekian hari atau bulan.

Jadi, semakin panjang umur blog kita, suatu saat akan jadi aset. Dan nggak usah berpikir tulisan kita bagus apa enggak, pokoknya isi saja blognya.

Itu juga bisa untuk review perkembangan kemampuan menulis kita dari hari ke hari. Anggap aja untuk refleksi diri ke arah yang lebih baik.



Kok yang ketiga nggak ada ya?

Ah, ada kok. Nggak kebaca kali, ada tuh di atas!




Daftar Isi       Awal       <<Sebelumnya       Selanjutnya>>


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Menentukan Kapan Mulai Menulis?"

Posting Komentar