Menggali Hasil Inspirasi Menjadi Ide-ide



Tutorial 8 : Menggali Inspirasi Menjadi Ide


Biar nggak terlalu rumit, akan langsung saya sambung dari bagian sebelumnya yakni tentang inspirasi cinta ala kafenya si Chila.

Tadi udah ngomongin inspirasi, termasuk bagaimana inspirasi itu didapat. Sekarang, tinggal menggali hasil inspirasi menjadi ide-ide. Yang jelas, menggali itu bukan menggali sumur, apalagi menggali kubur.

Jadi setelah terinspirasi dari konsepnya Chila, akan muncul ide-ide yang bersliweran nggak tentu arah. Selanjutnya kita kerucutkan lagi, lalu kita bagi-bagi. Nantinya, masing-masing bagian akan kita kembangkan dalam paragraf-paragraf.


Cukup menarik!
Hal pertama yang dilakukan untuk memetakan hasil inspirasi adalah mengumpulkan ide-ide yang tadi masih berantakan. Setelah itu, barulah kita persiapkan untuk menjadi “kalimat-kalimat utama”  dalam beberapa paragraf.

Mungkin ada yang berpikir, apakah perlu merencanakan “berapa paragraf” yang akan kita buat? Nggak tau kalau orang lain, tapi kalau saya “secukupnya”.  Sedapatnya ide itu dikembangkan, ya sejumlah itu pula saya tulis.

Ketika baru-baru mungkin akan mengalami masalah, salah satunya kekurangan ide. Sehingga dalam pengembangannya,  jadi nggak banyak yang mau ditulis.

Namun bagi mereka yang sudah ketemu ide cemerlang, bahkan ingin terus-menerus dituangkan. Maka jadilah tulisan yang panjang dan amat panjang. Kalau untuk menulis buku si silahkan saja, tapi kalau sekedar artikel, mbok ya pikirkan juga kasihan yang baca, jenuh!


Langsung!
Iya-iya, sebegitunya. Coba kita kopas lagi kalimat  yang sebelumnya tentang kafe cinta :

Ada sepasang kekasih yang menjalani cinta, mereka kuliah dengan biaya sendiri. Usai lulus, mereka mengembangkan usaha bersama dengan mendirikan kafe bertema “cinta”. Inspirasi kafe itu didapat dari perjuangan hidup dan perjalanan cinta mereka selama ini.

Desain interior kafe itu dibuat sedemikian rupa agar menonjolkan kesan romantis dan ceria. Mereka menggunakan  warna-warna seperti merah muda, putih atau biru muda. Mereka juga menyediakan pojok-pojok selfie yang unik, kesemuanya bertema cinta.

Dalam hal pelayanan, mereka menggunakan konsep cinta. Seperti memberikan perhatian khusus bagi pengunjung yang baru jadian, aniv dan lain sebagainya. Ada cake spesial untuk pengunjungnya yang punya momen-momen istimewa.

Mereka juga menyediakan “live music” akustik, dengan lagu-lagu bertema cinta. Untuk melengkapinya, mereka menghadirkan stand up comedi di setiap akhir pekan.

Nah, itu udah ya?  Ceritanya saya terinspirasi dari konsep itu. Terus, nantinya saya punya ide untuk membuat tulisan yang beda dan lebih seger. Jadi semacam artikel yang akan mengupas  trik marketing namun mengusung tema cinta.

Oke, kita buat per paragraf aja ya biar lebih enak. Inspirasi itu kita kembangkan jadi beberapa ide-ide pokok  begini :

Ide Paragraf 1 :
Seseorang perempuan mulai memperkenalkan dirinya secara singkat, termasuk latar belakangnya.

Ide Paragraf 2 :
Ia menggambarkan makna cinta. Menuliskan beberapa kalimat cinta yang menggugah (biar kesan pertama pembaca langsung penasaran). Ia menggambarkan sedikit kisah cintanya di masa lalu yang kelam (persis kayak kamu ya?)

Ide Paragraf 3 :
Ia bercerita pertemuannya dengan seorang laki-laki, satu kampus. Kebetulan ia punya nasib yang sama, kuliah dengan biaya sendiri karena latar belakang ekonomi orang tuanya yang pas-pasan. Sebelumnya, mereka menjalani macam-macam bisnis untuk mengcover biaya kuliah.

Ide Paragraf 4 :
Mereka mulai jatuh cinta, menjalani hidup di sebuah kota metropolis dimana apa-apa serba mahal. Mereka berupaya bertahan dengan kehidupan seperti itu, saling mendukung satu sama lain. Termasuk mendukung bidang usaha masing-masing.

Ide Paragraf 5 :
Sebelum mereka lulus kuliah, mereka sudah merencanakan tabungan. Itu yang digunakan untuk modal mendirikan kafe. Lalu mendirikan kafe ala kadarnya.

Ide Paragraf 6 :
Langsung cerita awal-awal kafe mereka yang sepi, lalu ketemulah ide “cinta” itu. Kemudian mereka membicarakan untuk merombak kafenya dengan konsep baru. Termasuk interiornya, lightingnya dan lain-lainnya.

Ide Paragraf 7 :
Mulai ramai kafenya. Mulai menjelaskan marketing via instagram, facebook, twitter. Pojok selfie adalah nilai yang dijual. Di sana juga memberikan layanan fotografi gratis untuk diupload di instagram.

Ide Paragraf 8 :
Kejutan untuk yang punya moment berupa cake, minuman bergambar love. Sapaan cinta dari MC, dan sejenis itu.

Ide Paragraf 9
Memberikan semacam kartu “cinta” ketika pengunjung meninggalkan kafe. Isinya quote of the day tentang cinta. Dan berisi pula tulisan yang berharap mereka kembali lagi..


Ide Paragraf 10 :
Dan seterusnya...

Ide Paragraf 11 :
Menutup dengan kalimat-kalimat simpulan yang enak. Kata-kata cinta atau apalah-apalah.


Panjang ya om?
Iya panjang. Tapi kita harus paham bahwa itu adalah cara paling gampang buat memetakan hasil inspirasi melalui ide-ide.  Kalau saya, jujur jarang buat yang kayak gitu.

Tapi bagi kamu yang baru memulai latihan, dengan cara seperti itu akan mudah mengidentifikasi ide untuk masing-masing paragrafnya. Masalahnya, nulis itu kan nggak langsung kelar. Takutnya besok-besok malah lupa kalau nggak dicatat.


Lho, kok?
Ambil enaknya aja, masing-masing penulis punya cara sendiri-sendiri buat mengembangkan inspirasi melalui ide.  Tapi bukan berarti saya nggak punya konsep.Konsep itu ada, tapi nggak saya tulis rinci kekgitu.

Semuanya ada, tertata si sini, di sini ini. Kalau ada yang ilang-ilang saat menulis, ya sembari digali lagi. Kalau udah biasa, nggak bakalan ilang, yang ada malah nambah banyak idenya.

Nantinya teman-teman setelah beberapa kali pakai cara itu, biasanya nggak perlu pemetaan lagi. Pokoknya langsung eksekusi. Yakinlah...

Di bagian ini udah dulu ya? Intinya setelah dipeta-petakan kekgitu tingkal menulis aja. Dikembangkan tuh ide-idenya!


Oke, thanks ya? See u..
Silahkan klik/tap tombol “selanjutnya” di bawah ini untuk melanjutkan.




Daftar Isi       Awal       <<Sebelumnya       Selanjutnya>>




Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "Menggali Hasil Inspirasi Menjadi Ide-ide"

  1. lihat nikita ini jadi thumbnail tulisan aja jadi ide inspirasi :D

    BalasHapus