Pengertian Menulis dan Manfaat Menulis


Tutorial 1 :

Pengertian Menulis

Hai, temans?
Makasih ya udah nyasar ke sini. Blog ini sebenarnya bukan sesuatu yang hebat. Adminnya juga saya, cuma om-om yang sehari paling mandi sekali. Tapi nggak apa, lagian saya nulisnya juga santai.

Di atas ada tulisan pengertian menulis.  Seharusnya, saya menjelaskan tentang apa itu definisi menulis.  Tapi jujur, saya ini bukan orang yang definisialisme atau apalah itu.  

Kalau nyuruh saya mengartikan, saya nggak bisa, sori ya?  Terserah, mau diartikan bagaimana. Kalau mau tau definisi “menulis” yang lengkap, ya googling aja! 



Songong banget?

Nggak gitu juga. Situ tukang narik internet? Kalau iya, pasti  lagi nyari artikel tentang bagaimana cara menulis yang baik sesuai dengan kaidah bahasa dan tidak melanggar undang-undang?

Walah, kayaknya salah masuk, nih.

Karena apa? Karena yang kayak gitu nggak ada.  Di sini, cuma bakal nemui cara-cara menulis yang acak-acakan dan nggak bermutu sama sekali. Nggak lebih dari itu.



Kok gitu?

Benar memang, sebagai tukang nulis, saya punya tanggung jawab untuk menyampaikan sesuatu ke banyak orang. Kalau bisa, sesuatu itu ya yang bermanfaat.

Tapi menurut saya,  menulis itu sama saja dengan berkarya. Saya kok lebih cocok sama Raditya Dika. Berkarya itu didasari atas kegelisahan-kegelisahan jiwa, yang harus segera disuarakan.

Menulis yang asyik ya karena memang ada sesuatu yang mengganjal di hati. Bentuknya berupa ide, konsep, suara hati,  pandangan atau apa saja. Dan semua itu semakin membuat  gelisah kalau nggak segera disuarakan. Lewat apa? Ya lewat tulisan.

Dengan begitu, menulis bukan lagi sebuah aktivitas biasa, tapi merupakan panggilan jiwa. Setiap kali jiwa resah dan gelisah karena sesuatu, di situ pula mestinya kita akan tergerak buat menulis. Dan hasilnya, tentu akan semakin lega.

Tanpa sadar, saya telah melakukan sesuatu yang menurut banyak orang menjenuhkan, tetapi menurut saya justru melegakan.

Ketika blog saya lama nggak di-update, biasanya bukan karena malas. Tapi lebih karena kelelahan. Maklumlah, selain ngeblog, saya juga punya kerjaan lain ngemis di lampu merah.



Cie-cie!

Ini masih panjang lho tutorialnya, jadi jangan kebanyakan gaya..


Foto Raisa senyum sama saya waktu saya lagi ngamen

Manfaat Menulis


Saya hanya akan mengupas manfaat menulis sepengalaman pribadi saja. Diluar itu, nggak akan.

Begini. Kalau orang tanya ke saya, apa sih sebenernya manfaat menulis, maka jawaban saya ya seperti yang udah saya sebut di bagian sebelumnya. Menulis bermanfaat sebagai pengobat kegelisahan, penuang ide dan penyelaras jiwa.


Bahasanya..

Mungkin begitu, menurut saya tapinya. Bagi saya, menulis mampu menghadirkan sensasi baru dalam hidup. Saya jadi ingat lagunya Ari Lasso, mantan vokalis Dewa. Kata liriknya, “hidup adalah keseimbangan”.

Dalam menjalani hidup, manusia selalu butuh keseimbangan. Anggap saja kita pekerja kantoran, di akhir pekan, walaupun sebenarnya capek, kita masih sempet jalan-jalan. Padahal jalan aja capek, apalagi jalan-jalan.

Atau kita seorang pelajar/mahasiswa. Capek belajar semingguan, eh pas hari Minggunya, sempet-sempetnya ya nge-date sama mantan, eh sama gebetan maksudnya.

Bagi saya menulis itu hobby, jadi nggak usah ditanya manfaatnya apa, pokoknya bermanfaat banget buat kesehatan jiwa.  

Jadi ketika saya mengungkapkan konsep itu tadi, harapannya si nggak jauh-jauh banget dari minat kita-kita. 


Konsep yang mana?

Ya itu tadi, bahwa menulis adalah berkarya. Berkarya untuk tidak sekedar menjadi kaya raya atau terkenal. Namun berkarya untuk kegelisahan-kegelisahan yang harus segera disuarakan.


Yang lainnya?

Ada, menulis itu kekinian. Apalagi buat yang mulai ngelirik dunia blogging. Buat ngisi konten-konten  nan original, senggak-nggaknya kalau bisa menulis, ya mending lah.

Seiring perkembangan internet yang kian menjadi-jadi, kayaknya menulis bakal jadi semacam kebutuhan penting. Jadi, saya pikir di jaman kekgini, menulis itu ya penting.

Emang, semua orang bisa bikin blog.  Tapi kalau nggak bisa menulis, itu juga akan jadi masalah. Orang akan menilai si empunya blog nggak becus nulis.

Jadi, buat kalian yang lagi ngelirik dunia blogging, saya pikir nggak ada salahnya bisa menulis.

Banyak banget  hal-hal di internet yang menuntut kita bisa menulis. Bukan cuma blogging aja. Misalnya jadi kontributor media online, jadi konten writer, atau sejenis itu.


Apaan tuh?

Sekarang itu kan banyak web/blog yang membutuhkan artikel-artikel bermutu. Mereka biasanya membuka lowongan menulis artikel.

Permintaan mereka juga macem-macem. Ada yang suruh menulis tema kesehatan, kecantikan, teknologi, seksologi dan lain-lain.

Kalau tulisan kita memenuhi  standar, kita bakal dibayar sekian-sekian.  Awal-awalnya, kita biasanya diminta ngasih sample artikel sekaligus alamat blog-nya. Nah, tuh, akhirnya penting juga kan punya blog?


Yang lebih greget ?

Menulis bisa jadi sarana menjemput rejeki. Memang nggak setiap hari, tapi selama ini senggak-nggaknya sudah beberapa kali saya kecipratan rejeki menulis macam ini.

Pengalaman pertama saya dapat rejeki itu di tahun 2011, waktu itu saya dapat duit dua setengah juta rupiah. Ya nggak gede banget, tapi lumayanlah bakal beli BMW (bebek merah warnanya).

Itu pula yang akhirnya membuka membuka pintu rejeki menulis selanjutnya. Semangat saya buat menulis kian menggebu-gebu. Hasilnya juga makin lumayan. Saya sadar dan amat sadar, bahwa duit itu gurih dan lezat.



Wah, bener, nih..

Saya cuma mau nitip pesen. Pertama, bisa menulis itu nggak ada ruginya. Di jaman serba digital kekgini, kemampuan menulis pasti kepake.

Kedua, kalau mau, menulis juga bisa buat sarana nyari rejeki. Tapi, ada hal-hal teknis yang nggak bisa begitu saja dikesampingkan. Nanti, di depan ada.


Ketiga, kalau bisa si, miliki jiwa menulis. Acuhkan pendapat bahwa menulis itu bakat. Bakat itu cuma omong kosong. Bakat yang sebenarnya adalah saat kita nggak pernah menyerah (iklan rokok).


Yang ini cuma editan, njir...

Daftar Isi       Awal       <<Sebelumnya       Selanjutnya>>




Perhatian :

Biasakan meninggalkan komentar supaya mendapat berkah.

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "Pengertian Menulis dan Manfaat Menulis"

  1. Thanks banyak sharing ilmunya. Mantab. Bakat adalah saat tidak pernah menyerah :-)

    BalasHapus