Rahasia Promosi di Facebook



Entah berapa banyak orang membuang-buang waktu hanya untuk berpromosi  di Facebook yang sebenarnya tak seberapa efektif. Jangankan inbox,  like pun tidak! Anehnya, hal seperti itu dilakukan terus-menerus. Bukan calon custumer yang didapat, tapi teman yang makin bete dengan kelakuan Anda!

Silahkan simak tipsnya!


Kita selalu berpikir bahwa membuat status di Facebook dapat memengaruhi orang untuk membeli. Makanya sering lupa, dalam sehari entah berapa kali update status bertema promosi.

Sekilas, sepertinya tidak ada yang salah. "Usaha-usaha saya kok, mau update status berapa kali, itu kan urusan saya! Baik. Jika itu yang menjadi pendapat Anda, silahkan saja. Tapi ingat, jika suatu pekerjaan dilakukan tanpa hasil yang signifikan, buat apa?

Bisa jadi, kesan orang yang membaca malah membosankan, menuh-menuhin beranda, statusnya jualan melulu! Bahkan, mungkin akan ada yang nyinyir, "Jadi kau anggap pertemanan kita hanya sebatas dagang saja?"

Okelah. Beberapa orang,  mungkin ada yang efektif. Lantaran status itu, ada yang benar-benar tertarik kemudian inbox dan terjadilah deal. Masalahnya, kita nggak tahu seberapa banyak.

Takutnya, justru lebih banyak yang bete karena status promosi Anda berlebihan dan nggak pakai aturan.

Lalu apa solusinya?


Mainkan Waktunya

Atur jadwalnya, atur juga frekuensinya, rencanakan misalnya sehari dua atau tiga kali. Posting di waktu yang tidak terlalu berdekatan, misalnya jangan sampai baru 30 menit sudah posting lagi.

Agar lebih efektif dan nggak sia-sia, gunakan prime time atau jam-jam  dimana banyak orang yang mengakses Facebook.

Berikut perkiraan jamnya :

Pukul 09.00-10.00 (coffee break time)
Pukul 12.00-13.00 (break time)
Pukul 17.00-18.00 (rest time)
Pukul 20.00-22.00 (enjoy time)
Pukul 23.00-02.00 (saturday night)

Dengan memilih waktu yang tepat, diharapkan akan dilihat lebih banyak orang. Jika semakin banyak yang melihat (dan kebetulan promosi Anda bagus), tidak menutup kemungkinan akan ada yang menghubungi Anda.


Perbaiki Kualitas Konten

Rasa-rasanya, tidak semua orang akan suka dengan konten tulisan. Apalagi,  jika terlalu panjang. Orang akan berpikir dua kali bila harus mengerutkan dahi hanya untuk status yang endingnya bisa ditebak. "Ah, palingan juga promosi. Dia kan emang tukang promosi!"

Nah! Disinilah Anda perlu memperbaiki kualitas konten (status). Baik itu menyangkut bentuknya, komposisinya, hingga tujuan yang hendak diraih.

Ngomongin bentuk, yang jelas jangan terus-terusan berupa tulisan. Sesekali, buat konten lainnya yang berupa gambar atau bahkan video.

Untuk gambar, upayakan tetap ada sentuhan kreativitasnya. Misalnya memosting banyak gambar dalam satu kali posting agar orang penasaran dan mengklik satu per satu.

Atau bisa gunakan gambar-gambar yang berkesan tidak membosankan, misalnya meme. Intinya tidak selalu vulgar dan mengajak orang untuk beli saat itu juga. Tapi boleh merupakan penegasan bahwa produk Anda layak dibeli.

Berbicara komposisi, selain Anda seorang pedagang, pada hakikatnya Anda adalah seorang teman Facebook. Jadi selain postingan promosi, Anda juga harus berpikir untuk mengambil peranan utaman Anda sebagai seorang teman.

Disinilah perlunya Anda mengatur komposisi postingan, jangan terus-menerus menebar status promosi tanpa diselingi status pribadi dan interaksi sewajarnya. Orang akan menuduh Anda tak butuh teman dan hanya butuh promosi saja.

Ingat, jika interaksi sosial (non promosi) Anda di Facebook berjalan dinamis, maka tidak menutup kemungkinan akan tercipta hubungan sosial yang semakin sehat. Ini yang pada akhirnya akan membuka peluang transaksi berikutnya.

Untuk video, Anda dapat mencari video di Youtube yang berhubungan dengan tema usaha Anda. Misalnya jika Anda menjual produk kecantikan, Anda dapat memosting video tutorial make up. Atau jika Anda menjual produk desain, Anda bisa memosting video desain yang dianggap menarik, dan sebagainya. Silahkan cari konten video yang dianggap cocok dan mewakili usaha Anda.

Tapi ingat. Sebagai netizen yang baik hati dan tidak sombong, biasakan untuk meminta izin terlebih dahulu jika akan reupload suatu karya ke Facebook, termasuk karya video. Atau minimal, cantumkan sumbernya dan sertakan tautan (link) yang mengarah ke laman sumber asli video tersebut.

Sebagai betuk apresiasi terhadap orang yang membuat karya, buatlah catatan yang meminta orang untuk berkunjung ke channel aslinya. Dengan melakukan hal-hal yang baik, harapannya akan mendatangkan keberkahan yang semakin baik pula. Semoga ini benar, karena usaha itu nyari berkah kan?


Jadilah Milik Semua Orang

Kadang, calan pembeli ada yang sensi dengan kepribadian si penjual. Itu bukan hal yang mustahil. Sebab di dunia maya, orang bebas memberikan penilaian subjektif secara cepat  tanpa mempertimbangkan banyak hal.

Merasa Anda pedagang dan pelayan semua orang, singkirkan postingan pribadi yang berbau sensitif, misalnya politik, SARA atau pemantik lainnya. Kecuali, jika Anda memutuskan hanya berjualan untuk beberapa golongan saja, itu si silahkan.

Ingat, pedagang itu hampir mirip selebriti. Ia adalah milik semua orang, pelayan semua orang, dan bukan milik pendukung salah satu paslon atau golongan tertentu saja. Jangan sampai orang kurang respek hanya karena Anda seolah-olah tidak berpihak kepada golongan lainnya.

Jika Anda berharap akan menjual produk untuk semua orang, maka jadilah milik semua orang. Jadilah pribadi yang menawan dan menebarkan rasa simpatik kepada siapapun. Jadikan semuanya sahabat, tanpa membeda-bedakan latar belakang lain-lainnya.

Pahami dengan benar, bahwa misi utama Anda adalah mencari pelanggan, bukan mencari masalah, apalagi mencari musuh! Orang yang mulanya berniat membeli, bisa jadi akan malas ketika tahu bahwa pilihan Anda berbeda, dan Anda mengemukakan itu terlalu lugas di Facebook. Namanya hal sensitif, ya memang seperti itu!


Jaga Image Anda

Memosting kekesalan Anda berdasarkan pengalaman buruk melayani customer adalah tindakan yang akan merusak citra Anda di hadapan calon pembeli. Anda tidak sadar, perilaku inilah yang menyebabkan orang menjadi canggung dan akhirnya malas membeli.

Misalnya saja, karena customer cancel order, atau kekesalan lainnya, Anda kemudian membuat status bernada sindiran. Anda bilang seseorang tidak konsisten, tidak niat, tidak punya uang tapi belagu, PHP dan kalimat-kalimat kurang elok lainnya.

Tentu saja, yang seperti itu bukanlah hal yang elegan. Apalagi, sudah kita maklumi bersama bahwa interaksi di Facebook sarat dengan prasangka. Satu orang yang jadi sasaran sindir, sembilan hingga sepuluh orang lainnya bisa baper di tempat.

Daripada semakin banyak korban berjatuhan, ada baiknya Anda pikirkan baik-baik sebelum melempar tembakan sindiran.  Resikonya, riskan sekali salah sasaran tembak! Orang yang bukan target Anda, bisa jadi akan benci kepada Anda.

Atau minimal, mereka akan menduga bahwa ternyata seperti itulah sifat asli Anda. Mereka yang tadinya berencana untuk sekedar tanya-tanya, akhirnya parno duluan. Ia khawatir akan diperlakukan sama seperti orang yang sedang Anda sindir di status Anda.

Mari, kita menjadi pribadi yang menawan di Facebook sambil terus belajar menjadi pribadi menawan yang sesungguhnya. Aamiin. Setuju banget yah?



Jaga Reputasi Produk Anda

Sadar ataupun tidak sadar, Anda adalah agen (perwakilan) dari produk yang Anda jual.  Bagaimana image Anda di Facebook, akan mewakili produk-produk Anda. Orang akan mengira bahwa Anda adalah master di bidang produk-produk Anda sendiri.

Sebagai contoh, ketika Anda menjual produk kecantikan, orang akan mengira bahwa Anda mengerti betul pernak-pernik kecantikan. Seperti cara make up yang baik, dan banyak lagi hal lainnya. Uniknya, penampilan wajah Anda juga akan disorot sebagai model yang memiliki pengetahuan yang cukup tentang dunia kecantikan.

Jika penampilan Anda buruk, muka kusam, berjerawat, pecah-pecah, orang akan ragu untuk membeli produk Anda. Sebaliknya, jika Anda mampu tampil fresh dan kece badai, orang akan percaya bahwa produk Anda memang bagus dan layak untuk dibeli.

Atau jika Anda penjual makanan, orang akan menganggap bahwa Anda adalah pribadi yang memiliki pengetahuan tentang resep, higienitas, packaging, dan sebagainya. Bisa dibayangkan jika suatu ketika Anda narsis di dapur kotor, atau menggunakan plastik kresek hitam untuk membungkus makanan panas, maka orang akan berpikiran negatif tentang produk Anda.

Inilah yang kami maksud bahwa Anda adalah agen dari produk yang Anda jual. Anda harus bisa menjadi pribadi yang memberi kesan positif terhadap usaha Anda sendiri. Sedapat mungkin, reputasi Anda di Facebook tidak berseberangan dengan manfaat dari produk-produk Anda.

0 Response to "Rahasia Promosi di Facebook"

Posting Komentar