Tips dan Trik Jualan Pulsa bersama Genta Tekno




Mengapa Saya Harus Jual Pulsa?
  
Banyak diantara Anda yang berpikiran bahwa berjualan pulsa hanya dapat dilakukan oleh pedagang pulsa atau counter saja.

Sekalipun sama-sama pedagang,  jika Anda sama sekali belum pernah mengenal dunia pulsa, bisa saja akan menganggap bahwa bisnis pulsa itu kurang menarik.

Ketika ada orang beli, mungkin Anda membayangkan betapa repotnya harus mencet kode ini-itu untuk mulai mengirim.

Atau malah, ada juga yang diantara Anda sebenarnya ingin jualan pulsa, tapi sama sekali nggak ngerti caranya. 

Bingung  bagaimana memulainya, kepada siapa harus bertanya, dan berapa modal awal yang harus disediakan.


Apakah tidak sebaiknya jualan pulsa itu hanya dilakukan oleh counter HP saja?

Anda yang punya pikiran seperti itu sebenarnya sah-sah saja, itu kan hak Anda.

Tapi jika ada kesempatan untuk berjualan pulsa dengan cara yang lebih mudah (terutama bagi yang awam), mengapa tidak coba dilakukan?

Namanya usaha kan boleh apa saja, yang penting halal, kan?

Apalagi, bagi pengusaha seperti Anda, pihak Genta Tekno yakin tidak akan pernah menyepelekan berapapun nilai keuntungan dari hasil menjual sesuatu.

Intinya yang penting untung, ada hasil yang jelas dan masuk akal.

Pengusaha itu biasanya selalu yakin bahwa keuntungan yang besar berasal dari kumpulan keuntungan-keuntungan kecil. Begitu, bukan?

Intinya saya ini bukan pemilik counter atau sejenisnya, tapi pemilik usaha yang sama sekali tidak berhubungan dengan pulsa, apa perlu menjual?

Ya itu tidak masalah, kan? Alfamart atau Indomart juga bukan counter pulsa, tapi mereka menawarkan pulsa juga, kan?

Teman Anda juga mungkin seorang karyawan, tapi dia juga jualan pulsa?

Pihak Genta Tekno pikir, asumsi bahwa berjualan pulsa itu harus dilakukan oleh counter atau pedagang genre tertentu, itu harus dibuang jauh-jauh.

Kita ganti saja dengan asumsi yang baru, usaha itu apa saja, yang penting halal, untung, mudah, dan memungkinkan untuk dilakukan.

Kalau sudah begitu, apapun latar belakang usaha Anda, toh tidak akan tampak wagu jika harus menyediakan pulsa, kan?

Mungkin Anda penjual pakaian, pemilik bengkel, toko peralatan rumah tangga, peralatan pertanian/peternakan? Pihak Genta Tekno pikir pantas-pantas saja jika harus berjualan pulsa.

Memangnya sisi mananya yang wagu?

Pertama, yang penting laku dan untung. Yang kedua, kalau bisa prosesnya mudah dan tidak merepotkan Anda.

Intinya itu kan?

Nah itu masalahnya. Anggap saja usaha saya jualan alat-alat pertanian, apa nantinya ada orang yang tahu jika saya juga jualan pulsa? Apa laku?

Tentu saja, orang akan tahu, jika Anda memberitahukan terlebih dahulu. Itu point-nya.

Pihak Genta Tekno pikir, jika seseorang memang benar membutuhkan, mereka tidak akan semudah itu menolak dengan alasan toko Anda kelihatan wagu jika berjualan pulsa.

Kalau memang Anda menawarkan dan seseorang sedang membutuhkan, maka terjadilah deal!

Dan itu rejeki adalah Anda.  Sudahlah, sikat saja!


Ah, kalau jualan pulsa itu kan sudah banyak saingannya! Mereka yang berniat membeli, pastinya akan pergi ke counter, bukan ke toko alat pertanian apalagi ke toko pakaian!

Mohon dipahami : Target Anda adalah orang yang datang ke toko Anda!

Sekali lagi, Anda akan menawarkan pulsa kepada orang yang datang ke toko Anda.

Pihak Genta Tekno tidak  meminta Anda untuk menawarkan kepada orang yang datang ke counter sebelah atau toko sebelah,  tapi khusus kepada mereka yang datang ke toko Anda.

Sampai di sini bisa dipahami ya?


Ya, paham. Cuma ya begitu, apa iya mereka mau berlangganan? Sesekali membeli mungkin iya, tapi kalau berlangganan kayaknya si enggak...

Menurut pihak Genta Tekno, pendapat bahwa seseorang mau berlangganan pulsa di toko Anda atau tidak, itu tidak berhubungan dengan jenis/genre toko Anda.

Biasanya, orang mau berlangganan itu lebih karena ada faktor pembeda.

Faktor pembeda adalah semacam alasan-alasan mengapa seseorang lebih memilih belanja pulsa di tempat Anda dibandingkan di tempat lain.

Itu berlaku untuk semua produk, bukan pulsa saja.
Jadi, intinya bukan toko apa, tapi faktor pembeda apa?

Orang kecanduan beli pulsa di toko Anda, itu pasti ada alasannya kan?

Nah, alasan-alasan itulah yang harus kita ciptakan.


Alasan seperti apa misalnya?

Bagi Anda yang tinggal di Jakarta, mungkin pernah mendengar ITC Roxy Mas. Dulu, itu adalah market besar dimana pedagang HP berkumpul dan jualan di sana.

Semua sama-sama jualan HP dan beragam aksesoris lainnya.

Nah, sekarang anggap Anda adalah salah satu pedagang baru yang membuka usaha di sana.

Anda kemudian berpikir, hal apa yang membuat seseorang mau membeli di toko Anda? Padahal di sana ada banyak toko?


Mungkin kesasar, karena nggak ada tujuan toko tertentu.

Betul sekali. Lebih tepatnya mungkin ini yang disebut faktor keberuntungan.

Ada banyak toko, tapi malah memilih beli di toko Anda, dan Anda beruntung!


Selain itu?

Sebelumnya pernah membeli di toko saya, lalu kesempatan berikutnya membeli di toko saya lagi. Alasannya nyari yang udah kenal.

Bisa jadi, tapi dengan satu catatan bahwa pelayanan Anda sebelumnya mengesankan ya?

Jika sebelumnya Anda mengecewakan, tentu hal ini mungkin tidak berlaku.

Hanya itu saja?


Yang jelas sebelumnya terkesan, makanya kemudian jadi langganan.

Nah, ini jawaban yang pihak Genta Tekno tunggu-tunggu. Sebelumnya terkesan, lalu kemudian menjadi langganan!

Pihak Genta Tekno lebih senang dengan kalimat “terkesan” yang Anda utarakan tadi.

Kalau faktor lain, misalnya letak toko yang strategis, pedagang yang ramah, harga murah, barang lengkap, dan sebagainya, pihak Genta Tekno anggap Anda sudah memahami.

Itu kan hal umum yang biasanya semua pedagang pasti tahu. Betul, kan?

Tapi kali ini kita sedang ngomongin faktor pembeda lebih spesifik yang Anda sebut dengan istilah “terkesan” tadi.


Memangnya, hal-hal apa saja yang membuat pembeli terkesan dan kemudian mau berlangganan pulsa di toko saya?

Hal ini akan pihak Genta Tekno bahas di bagian selanjutnya.


Menjadi Penjual yang Mengesankan


Hal-hal apa saja yang membuat pembeli terkesan dan kemudian mau berlangganan pulsa di toko saya?

Anda terlebih dahulu harus mengingat-ingat kembali tentang prinsip, “Bagaimana cara sukses menjual sesuatu”, yang merupakan ilmu tingkat dasar bagi pedagang.

Dengan mengetahui prinsip tersebut, pihak Genta Tekno berharap nantinya Anda tidak sia-sia bermitra dengan pihak Genta Tekno.

Perlu dipahami, pihak Genta Tekno ingin melandasi setiap kebijakan usaha pihak Genta Tekno dengan berbagai nilai lebih (value). Pihak Genta Tekno tidak ingin sekedar mengejar keuntungan semata.


Bagaimana caranya sukses menjual sesuatu? Termasuk nantinya pulsa?

Ada dua pendapat pakar yang patut Anda selidiki :

Pendapat Pertama :
“17% orang akan berhasil menjual jika barang yang dijual memang dibutuhkan oleh pembeli”

Pendapat Kedua :
“83% orang akan berhasil menjual jika memiliki kemampuan yang baik dalam membangun hubungan”


Bagaimana dengan pendapat yang pertama?

Di bagian sebelumnya, pihak Genta Tekno sempat menyinggung tentang proses menjual karena calon pembeli membutuhkan barang yangmemang kita jual, dan maka terjadiah transaksi jual beli/deal.

Untuk itu, pertama, calon pembeli harus mengerti bahwa Anda berjualan pulsa. Jika tidak, maka tidak ada kesan apa-apa.

Anda dapat membuat tulisan/banner yang menginformasikan bahwa di sini menjual pulsa.

Jika tidak sempat mencetak ukuran yang lebih besar, Anda dapat membuat versi HVS dengan tulisan yang jelas namun ditempel di lokasi yang mencolok.

Kedua, Anda harus menawarkan pulsa dengan menggunakan kalimat penawaran yang lebih bermakna.

Prinsipnya, dalam menawarkan upayakan kalimat yang Anda lontarkan mampu menggugah minat si calon pembeli.

Menurut pihak Genta Tekno, kalimat standar, “Mau sekalian isi pulsa, pak/bu?” cenderung flat dan tidak meninggalkan banyak kesan.

Berikut ada beberapa contoh kalimat penawaran. Ini biasanya digunakan untuk pembeli yang belum begitu kenal dekat dengan Anda.

Ingat, tetaplah sopan dan miliki atitude yang baik.

Menawarkan dengan nominal kecil agar tekesan terjangkau.
Contoh :
“Di sini jual pulsa lho, Sis. Mau sekalian isi yang 5.000?”

Menawarkan dengan maksud mempromosikan.
Contoh :
“Di sini kalau isi paket data nggak perlu beli kartu baru, pak. Mau coba isi nggak?”
“Lagi banyak promo paket data nih, Kak. Kakak pakai kartu apa? 

Menawarkan dengan memanfaatkan uang kembalian kecil.
Contoh :
“Masih kembali 7.000, mau sekalian isi pulsa yang 5.000, sis? Atau mau sekalian yang 10.000?”
“Maaf, bu, ini kembali 6.500, kalau ibu punya lima ratusan, bisa sekalian isi pulsa yang 5.000. Mau saya bantu?”

Menawarkan dengan memanfaatkan pengalaman yang ada.
Contoh :
“Isi pulsa di sini cepat banget lho, om, nggak sampai dua menit. Mau coba isi om?”

Menawarkan ditolak tapi tetap membuka peluang berikutnya.
Contoh :
“Jika sewaktu-waktu butuh pulsa, pihak Genta Tekno senang jika Ibu mau membeli di sini”
“Nggak apa-apa, Kak. Kalau butuh paket data yang murah-murah, sempatkan mampir ke sini ya, Kak?


Kalau faktor yang kedua?

Mungkin kurang lebihnya begini :

Orang butuh suatu produk, lalu ada penjual menawarkan, dan terjadilah transaksi, itu si biasa. Tapi, ada orang yang tidak/belum begitu butuh suatu produk, seseorang menawarkan, dan ia tetap mau membeli, itu barulah luar biasa.

Jika di bagian sebelumnya kita membahas cara menjual kepada orang yang belum begitu dikenal, di bagian ini sasaran kita adalah mengupayakan agar orang yang membeli itu akhirnya menjadi pelanggan.

Pihak Genta Tekno pernah memosting video di fanpage @Kasir TokoPortable yang menerangkan bahwa derajat penjualan terbaik adalah oleh pelanggan (customer), bukan oleh pembeli (buyer).

Pelanggan adalah orang yang membeli produk Anda, lalu terkesan, dan kemudian membeli kepada Anda secara terus-menerus. Sedangkan pembeli adalah orang yang kali pertama membeli produk Anda dan belum tentu membeli kembali.

Pembeli belum tentu pelanggan, tapi pelanggan sudah pasti pembeli.

Jika “83% orang berhasil menjual karena memilikikemampuan yang baik dalam membangun hubungan”, maka pembahasan kali ini adalah mencari tahu bagaimana caranya meraih lebih banyak pelanggan dengan membangun hubungan yang baik”.


Bagaimana caranya?

Kisah berikut hanya ilustrasi saja, pahami kalimat bercetak tebal untuk mempermudah menggali intinya. Silahkan simak perlahan-lahan :

Umpamanya, Anda belum punya mobil dan pernah berpikir untuk membeli mobil bekas. Dana si belum cukup, dan kalau ngomongin butuh enggaknya, kayaknya si belum begitu butuh-butuh banget.

Selain itu, pengetahuan Anda tentang mobil juga sama sekali nol.

Seorang kolega mengenalkan Anda pada temannyayang bernama Anton. Kebetulan Pak Anton ini punya usaha jual beli mobil bekas beserta bengkel dan aksesorisnya.

Awal mulanya, Anda hanya sekedar ingin ngobrolin tentang mobil aja si, nggak ada rencana terlalu serius untuk membeli.

Sebelum akhirnya mengobrol panjang dengan Pak Anton, sempat kepikiran juga jangan-jangan Pak Anton ini nantinya malah maksa suruh beli. Tapi setelah sekian lama mengobrol, Anda justru menangkap kesan yang berbeda dari dirinya.

Menurut Anda, Pak Anton ini berbeda dari kebanyakan penjual yang biasanya banyak bicara dan ujung-ujungnya maksa banget untukbeli.

Sejak awal, Pak Anton terkesan hangat dan humble. Anda sama sekali tidak menangkapkesan jika ia ingin menawarkan barang dagangannya, apalagi memaksa.

Ia hanya mengobrol hal-hal ringan, seperti bertanya tentang keluarga, pekerjaan dan hal-hal sederhana lainnya.

Menjawab pertanyaan Anda tentang bagaimana bisnisnya, ia menceritakan kisahnya jatuh bangun membuka bengkel yang akhirnya merambah ke jual beli mobil bekas.

Pak Anton juga menceritakan bagaimanaia memperlakukan dengan tulus pada calon pembelinya yang masih awam danhendak membelimobil bekasdi show room-nya.

Inti dari obrolan itu, pak Anton menegaskan bahwa calon pembeli awam harus mendapatkan jaminan kenyamanan dan pengetahuan yang cukup, bukan malah dikadalin.

Dari cerita Pak Anton,Anda mendapat banyak pelajaran berharga, khususnya bagi orang awam seperti Anda yang berencana membeli mobil bekas.

Beberapa Minggu sejak itu, tanpa disangka-sangka,Pak Anton  mengirimkan pesan via WhatsApp kepada Anda. Isinya kurang lebih begini :

“Pak Andi saya punya kopi robusta yang enak banget. Kalau pas lewat Jalan Ahmad Yani, please dong mampir di  bengkel kecil saya seberang Indomaret. Ajak anak dan istri bapak juga, ya? Kita santai sambil ngopi-ngopi.  Ditunggu kedatangannya ya pak? Trims, Anton, bengkel Mulia Otoma”

Pikir Anda,  itu ide yang bagus, sekalian ingin tahu seperti apa bengkelnya.

Seperti harapan Pak Anton, Anda datang ke sana dengan anak dan istri Anda. Ia menyambut Anda dengan hangat dan sangat familiar.

Sebelum banyak mengobrol, terlebih dahulu pak Anton berfokus pada anak Anda yang masih 6 tahun.Ia menyapa ramah dengan bahasa khas anak, serta menghadiahi beberapa jajanan  yang ternyata sudah ia siapkan sebelumnya.

Dari sinilah, Anda mulai merasa nyamandengan sikap Pak Anton yang sangat welcome, seperti sudah menjadi keluarga saja.

Usai sejenak beramah-tamah, Anda berkesempatan melihat-lihat koleksi dagangannya. Satu per satu Pak Anton menceritakan koleksinya sambil terus mengedukasi Anda tentang perihal mobil bekas.

“Jika suatu ketika Pak Andi berencana membeli mobil bekas dimanapun itu, setidaknya Pak Andi sudah sedikit ada gambaran ya, Pak?”Demikian, ucap Pak Anton yang seolah tanpa maksud untuk mempengaruhi Anda untuk harus membeli.
Seminggu sejak itu, Anda meminang salah satu dagangan Pak Anton. Padahal sebelumnya, Anda bilang tak begitu butuh dan sempat khawatir jika dirinya akan memaksa beli.

Bukan hanya itu saja, pada akhirnya Anda juga :
  • Langganan service di bengkel Pak Anton.
  • Memasang beberapa aksesoris dari bengkel Pak Anton.
  • Mempercayakan ke Pak Anton ketika berganti mobil.
  • Menceritakan pengalaman menyenangkan itu ke rekan-rekan Anda.
  • Percaya jika akan lebih banyak orang yang datang ke bengkel Pak Anton.
  • Meyakini bahwa Pak Anton akan mendapat banyak pelanggan.


Lalu apa hubunganya dengan pulsa?

Sebelum ke pulsa, ke sini dulu :

“Sebenarnya, menjual adalah proses yang mudah. Jika seseorang terkesan dengan Anda, maka ia akan merekomendasikan orang lain agar  membeli di toko Anda. Akan punya pembeli, lalu pelanggan”.

Seperti rencana awal, kita akan mencari pelanggan (customer), bukan sekedar mengejar pembeli (buyer). Maka kata kuncinya :

“Jika Anda ingin berhasil menjual sekaligus mendapatkan pelanggan, Anda harus memiliki kemampuan yang baik dalam membangun hubungan”.

Sebagai orang yang belum lama Anda kenal, Anda merasa nyaman dengan sikap pak Anton. Itu yang kemudian membuat Anda akhirnya membeli dan berlangganan.

Padahal, sebelumnya Anda berpikir belum begitu butuh-butuh amat, kan?

Harus diketahui juga, bahwa :
“Pembeli lebih senang membeli dengan orang yang ia percayai”

Serta yang tak kalah penting :
“Orang kalau sudah merasa nyaman, tidak begitu membutuhkan pun, bahkan bisa membeli”.

Seperti ketika Anda jatuh cinta pada pasangan Anda, tentu karena dia mampu membuat Anda nyaman, makanya Anda memilihnya, bukan? (yang jomblo abaikan)


Ini kiat sukses berjualan pulsa

Khusus Anda yang sudah malang-melintang di dunia pulsa, pesan ini tidak secara khusus disampaikan kepada Anda.  Anda pihak Genta Tekno anggap sudah jago dan paham tentang pulsa, server, harga murah-mahal dan beragam trik hebat lainnya.

Di beberapa bagian, mungkin Anda akan menganggap program ini tidak bisa memenuhi harapan Anda. Tapi setidaknya, ada beberapa alasan yang perlu pihak Genta Tekno sampaikan kepada seluruh mitra :


Pertama,
Program ini pihak Genta Tekno fokuskan untuk user secara umum, tidak hanya kepada user yang lebih awal mengenal bisnis pulsa.  Sehingga dalam praktiknya, pihak Genta Tekno menerapkan 2 prinsip :

User friendly
Pihak Genta Tekno mengupayakan agar menu Agen Pulsa di aplikasi KasirToko Portable mudah diakses oleh semua kalangan user, terlebih yang yang masih awam.

Semua proses, baik itu penjualan, pengisian saldo dan sebagainya, pihak Genta Tekno desain dengan sederhana dan mudah dioperasikan.

Harapannya, semua user dari kalangan manapun (tidak terbatas pada yang sudah biasa jualan pulsa), dapat mencoba dan menikmati fasilitas ini dengan lebih optimal.

Educate
Pada hakikatnya, Program Kemitraan Agen Pulsa Kasir Toko Portable merupakan program edukasi bagi user, bukan semata soal bisnis. Itulah makanya tidak dibuat massal, hanya untuk user Kasir Toko Portable saja.

Setelah pihak Genta Tekno mengajak dan membina banyak pedagang untuk menyadari betapa pentingnya manajemen melalui Kasir Toko Portable, kini saatnya secara perlahan pihak Genta Tekno memperkenalkan step yang lebih tinggi melalui program ini.

Intinya, program kemitraan ini merupakan misi edukasi bagi pihak Genta Tekno untuk memperkenalkan hal baru dan peluang baru. Dalam perkembangannya nanti, user berhak menentukan sendiri arah kemajuannya masing-masing.

Sambil terus mengedukasi, program ini juga membuka peluang mendapatkan penghasilan tambahan. Semoga, tujuan mulia ini dapat dipahami semua mitra, tidak melulu memandang sebagai misi bisnis.


Bagaimana trik berjualan pulsa yang baik?

Apapun latar belakang usaha Anda, sebaiknya tidak dijadikan alasan. Selagi ada peluang, miliki kepercayaan diri untuk memulai sesuatu yang baru, termasuk bergabung dengan program kemitraan ini.

Jika Anda ingin berhasil menjual sekaligus mendapatkan pelanggan, miliki kemampuan membangun hubungan. Anda harus berubah menjadi pengusaha yang luwes, menyenangkan dan perhatian seperti Pak Anton pada ilustrasi di atas.

Tujuan utama Anda adalah mengejar pelanggan (customer) dan bukan sekedar pembeli (buyer), maka dari itu Anda wajib kenal dengan orang-orang yang terbiasa datang ke toko Anda. Kenali, lalu programkan untuk memberikan kesan dan rasa nyaman kepada mereka.

Orang akan lebih senang membeli dengan yang ia percayai. Oleh karena itu, Anda harus bisa menjadi penjual yang dipercaya. Selain menjual produk pulsa, Anda juga harus mampu mengedukasi pembeli.

Contoh mengedukasi adalah memiliki pengetahuan yang cukup tentang produk. Misalnya, Anda dapat memberikan pengetahuan bagaimana cara menghemat paket data dengan cara  :
  • Menonaktifkan media auto download di WhatsApp,
  • Menggunakan Facebook Lite atau membuka di browser,
  • Memutar video di Youtube dengan kualitas tertentu
  • Mengubah fitur maps anda ke mode offline
  • Menggunakan aplikasi `mailbox` untuk keperluan email
  • Memilih aplikasi browser yang lebih efisien
  • Menon-aktifkan opsi sinkronisasi yang tidak diinginkan
  • Membatasi penggunaan mobile data dan aktifkan peringatannya
  • Membatasi penggunaan data di background
  • Mengidentifikasikan aplikasi yang menyedot kuota data
  • Membatasi update aplikasi, kecuali jika terhubung dengan wifi
  • Menggunakan aplikasi kompresi data
  • Dan sebagainya


Miliki kemampuan itu untuk membantu melayani pembeli sehari-hari dan menumbuhkan rasa nyaman dan akhirnya menjadi pelanggan.

Untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak, Anda dapat meningkatkan penjualan paket data daripada pulsa reguler. Jenis produk yang begitu banyak dan harga yang bervariasi tiap providernya, memungkinkan Anda untuk menentukan harga-harga yang menarik.

Bagi kaum milenial, ada pepatah yang mengatakan bahwa lebih baik tidak makan daripada tidak internetan. Ini peluang yang baik, oleh karenanya, lakukan promosi yang lebih tertarget kepada orang-orang yang bisa datang ke toko Anda.

Minta kepada pelanggan yang telah cocok dengan Anda untuk turut mengajak rekannya membeli di toko Anda. Dengan demikian, Anda memiliki peluang lebih besar untuk mendapat banyak pembeli.


Demikian Tips dan Trik Jualan Pulsa versi Genta Tekno.

0 Response to "Tips dan Trik Jualan Pulsa bersama Genta Tekno"

Posting Komentar