Tips Display Barang yang Merangsang Penjualan




Tips yang satu ini mungkin sangat jarang diterapkan oleh pedagang secara umum.  Nyatanya, ada banyak toko atau warung di sekitar kita, tapi sangat jarang yang menerapkan prinsip  ini.

Jika melihat fungsi utamanya, teknik penataan barang (display) sebernarnya merupakan trik untuk mengkondisikan agar barang yang dipajang merangsang orang untuk membeli.   Penempatan dikondisikan sedemikian rupa agar tidak hanya terkesan  estetis tapi juga memiliki fungsi penjualan.

Mungkin orang akan merasa aneh jika mendengar hal ini. Tapi coba renungkan, Anda sendiri sebenarnya secara tidak sengaja sering menjadi korban betapa hebatnya penataan produk (display). Ini benar-benar bisa memengaruhi Anda.

Ketika ke pasar swalayan misalnya, mungkin Anda hanya merencanakan untuk membeli beberapa produk saja. Tapi setelah berkeliling ke sana kemari, ujung-ujungnya banyak yang dibeli, bahkan yang bukan priotitas. Ini membuktikan bahwa display telah benar-benar menghipnotis Anda.

Lalu bagaimana triknya agar penataan produk (display) mampu merangsang penjualan?


Toko Swalayan Mungkin Lebih Baik

Konsep toko swalayan dimana pembeli dapat melayani diri sendiri, merupakan cara yang jauh lebih efektif dibandingkan dengan non swalayan. Alasannya cukup jelas, pembeli memiliki kesempatan yang lebih leluasa untuk melihat-lihat produk yang dipajang secara terbuka.

Konsep toko swalayan juga menimbulkan kesan enjoy bagi yang berbelanja. Ini yang kemudian membuka peluang lebih luas bagi pembeli untuk memilah-milah sekaligus untuk terpikat. Walaupun, dengan produk-produk yang mungkin saja belum terlalu dibutuhkan.

Jika Anda berencana membuka toko, mungkin akan lebih baik jika penyajiannya menggunakan konsep swalayan saja. Atau jika sudah memiliki toko, tidak ada salahnya merencanakan untuk merubah konsepnya menjadi toko swalayan.

Dengan pelayanan mandiri, Anda memiliki peluang lebih luas untuk memainkan penataan produk (display) yang jauh lebih menggoda. Itu sama artinya Anda juga memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan penjualan. Lagi pula, orang milenial sepertinya lebih suka dengan model yang beginian.


Dari Luar Tampak Lengkap

Sebelum masuk ke dalam toko, salah satu tips penataan produk (display) adalah tampak lengkap jika dilihat dari luar. Ini masuk akal, dan Anda sendiri mungkin sering mengalami.

Ketika melintas di daerah tertentu, Anda akan cenderung mampir ke toko yang kelihatannya lengkap dibanding ke toko yang kurang  begitu lengkap.

Ini semacam naluri, bahwa di toko yang lengkap, orang menduga bahwa barang yang sedang dicari mungkin tersedia. Mereka yang melintas akan tertarik mampir dan berbelanja di sana.

Sebaliknya, toko yang kurang lengkap memiliki daya tarik yang lebih rendah. Calon pembeli akan merasa kurang yakin bahwa produk yang dicari tersedia. Selain itu, beberapa orang yang akan membeli lebih banyak barang,  juga akan ragu-ragu.

Oleh karena itu, di pelajaran display yang pertama ini, mari kondisikan agar toko Anda memberikan kesan lengkap, terutama jika dilihat dari luar. Perkara di dalam masih terus dikembangkan, abaikan saja dulu. Yang penting, dari luar tampak lengkap.

Silahkan, upayakan penempatan produk agar dominan di sisi muka. Fokuskan penempatan di sudut-sudut yang mudah terlihat dan hindari penumpukan di sudut yang jarang terlihat. Dengan menempuh hal ini, paling tidak ada sesuatu yang dapat diharapkan.


Produk Menarik Sebagai Pemikat

Suatu produk dikatakan menarik jika memungkinkan untuk dipilih karena alasan-alasan tertentu. Umpamanya, karena bentuknya yang bagus, harganya yang lebih murah, merupakan produk baru, sedang diskon atau sedang banyak dicari orang.

Penempatan produk yang dianggap bagus, misalnya kita dijumpai di toko-toko pakaian. Baju yang model dan warnanya kelihatan paling menarik, biasanya sengaja dipasang di patung atau ditempatkan di barisan depan.

Demikian pula dengan produk yang murah atau sedang diskon. Pemilik toko biasanya memajang di tempat yang mudah terlihat disertai tulisan besar-besar. Tujuannya tak lain untuk menarik pembeli. Konsep ini menarik untuk dicontoh.

Hal itu juga berlaku untuk produk lain seperti payung dan mantel di musim hujan, lampu tumblr di musim tujuhbelasan, sembako murah di musim hari raya, atau produk baru squishy di musim squishy. Produk-produk menarik itu biasanya sengaja dipajang di tempat-tempat yang paling mudah dijangkau.

Sebagai tambahan, untuk memperkuat fungsi display menggunakan produk yang menarik, jangan ragu untuk menempel atau menggantung tulisan besar-besar.

Di outlet-outlet ternama, tulisan-tulisan jenis ini biasanya dibuat di kertas dengan warga yang sangat mencolok. Kemungkinan, tujuannya untuk mencuri perhatian dan memfokuskan mata si calon pembeli agar informasi segera diketahui.


Laris Di Bawah, Tak Laris Di Atas

Anda pasti sudah paham mana produk yang laris dan mana yang tak begitu laris. Apalagi, jika Anda menggunakan aplikasi Kasir Toko Portable maupun EQioZ Olshop. Di sana sudah tersedia fitur untuk mengetahui produk terlaris dan tidak berdasarkan pemeringkatan.

Produk-produk yang laris, dimanapun penempatannya, orang akan mencari. Tapi, produk-produk yang tidak begitu laris, jika Anda tempatkan di sudut tersembunyi, maka semakin susah untuk dilihat. Sudah tak laris,  barangnya entah dimana pula, ini kan lucu.

Jika Anda menggunakan rak susun atau etalase, upayakan pempatkan produk yang tak begitu laris letakkan pada posisi atas. Atas yang dimaksud di sini bukan ditempatkan di dekat plafon, tapi di wilayah yang paling dekat dengan jangkauan mata. Tujuannya, agar pembeli bisa melihat dengan mudah, cepat, jelas dan informatif.


Kelompokkan Berdasarkan Kategori

Suatu ketika, orang hanya berencana membeli mie intant, bukan membeli sambal/saos. Tapi karena penempatan sambal di dekat mie instan, maka orang akan membayangkan jika memasak mie instan dengan sambal pasti lebih enak. Akhirnya, si sambal pun ikutan terbeli.

Nah, penempatan produk berdasarkan kategori, kurang lebih manfaatnya seperti itu. Jadi, produk-produk yang nantinya memungkinkan untuk dipadukan, ditempatkan pada posisi yang saling berdekatan.

Bayangkan, jika posisi sambal berada di sudut yang jauh, orang tidak sempat membayangkan enaknya makan mie instant dengan sambal. Atau jika penempatan krimer berjauhan dengan kopi, orang tidak akan membayangkan bahwa krimer akan membuat kopi semakin enak.
Pola penempatan produk bersadarkan kategori juga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penjualan produk tertentu yang penjualannya lambat.

Misalnya, merk sabun Lifebouy paling laku, tapi shampo sachet Lifebouy kurang laku (padahal stoknya sudah lama dan menumpuk). Anda bisa membuat promo beli 1 sabun Lifebouy gratis 2 sachet shampo atau sejenis itu. Agar terkesan murah, silahkan mainkan hitungan harganya.


Menempatkan Produk Impulsif di Kasir

Impulsif artinya bersifat spontan. Produk impulsif adalah produk yang biasanya dibeli secara spontan (karena memang dibutuhkan), atau harus dibeli karena suatu ketika pasti membutuhkan. Di supermarket, produk jenis ini umumnya ditempatkan di dekat kasir.

Batu baterai, pisau cukur, permen, cokelat, adalah contoh-contoh produk impulsif yang sering kita jumpai di supermarket. Di toko pakaian, beberapa produk impulsif misalnya bros, jarum pentul, bandana, pita, parfum dan sebagainya.

Salah satu prinsip yang mendasari suatu produk dikatakan impulsif adalah nilai pentingnya barang itu. Semua orang pasti punya jam dinding, dan pasti butuh batu baterai. 

Perempuan memiliki kecenderungan butuh jarum pentul atau bandana, makanya ia akan membeli itu.  Atau, anak-anak pada umumnya akan menyukai permen, dan sebagainya.

Karena sifatnya yang penting, penempatan di dekat kasir bertujuan  agar pembeli seharusnya membeli. Jangan sampai, setelah berkeliling kesana-kemari justru produk yang sangat penting malah tak terbeli. Entah karena tidak terlihat atau karena lupa.

Kebiasaan supermarket yang menempatkan produk impulsif di dekat kasir, dapat dicontoh pula oleh Anda. Apapun jenis usahanya, pastinya Anda dapat menentukan produk-produk mana yang dianggap impulsif. Misalnya di bengkel, orang akan membutuhkan poles body motor, dan sebagainya.

Mulai sekarang, cek toko Anda dan tentukan produk-produk impusif yang ada. Silahkan tempatkan di dekat kasir atau dimanapun yang sudah pasti terlihat. Dengan trik ini, kemungkinan akan meningkatkan penjualan.


Senang Memasang Tulisan

Pada bagian sebelumnya, kami sempat menyebutkan tulisan-tulisan yang dipasang mencolok untuk memusatkan perhatian mata pembeli.  Intinya, tulisan semacam itu dibuat untuk menyampaiakan informasi secara efektif tanpa harus menjelaskan secara langsung kepada pembeli.

Kami menyarankan, senang-senanglah memasang tulisan di sana-sini. Tapi ingat, agar tidak terkesan berantakan, upayakan penempatannya, bentuknya, warnanya, dan kalau bisa desainnya bagus. Gunakan font yang enak dibaca, terutama jika dilihatb dari jarak yang tidak terlalu dekat.

Tulisan yang dipasang dapat berisi informasi promo tertentu, atau berisi hal pendukung lainnya misalnya stok terbatas, barang baru dan sebagainya. Pada dasarnya, tulisan dibuat agar orang memiliki ketertarikan untuk membeli.

0 Response to "Tips Display Barang yang Merangsang Penjualan"

Posting Komentar